This Author published in this journals
All Journal Gatranusantara
Petrus Ly
Dekan FKIP Undana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAJIAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEPERCAYAAN HALAIKA PADA UPACARA ADAT BERCOCOK TANAM MASYARAKAT BOTI DALAM DI DESA BOTI KECAMATAN KI’E KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Petrus Ly
Jurnal Gatranusantara Vol. 17 No. 1 (2019): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.648 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan Kepercayaan Halaika masih dipertahankan oleh masyarakat Boti Kabupaten Timor Tengah Selatan dan untuk mengetahui wujud Nilai-nilai Pancasila dalam Kepercayaan Halaika pada Masyarakat Boti Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu meneliti suatu objek dengan menghimpun, menggambarkan dan menganalisis data dan fakta serta menarik kesimpulan sesuai dengan tujuan penelitian. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif maka hal-hal di atas dapat dianalisis secara mendalam. Peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kepercayaan halaika merupakan sebuah kepercayaan asli atoni meto (Orang Timor) yang dibawa sejak ada di dunia ini. Kepercayaan halaika telah diwariskan oleh para leluhur dan telah menjadi kewajiban masyarakat penganut kepercayaan tersebut untuk tetap menjaga dan melestarikannya. Kepercayaan halaika mengajarkan tentang arti kebersamaan dan rasa saling menghargai antara satu dengan yang lain. Nilai nilai Pancasila yang terkandung dalam kepercayaan halaika pada upacara adat bercocok tanam masyarakat Boti Dalam yaitu nilai Ketuhanan yakni masyarakat Boti percaya kepada dua penguasa kehidupan mereka yaitu Uis Pah dan Uis Neno, nilai edukasi, nilai spiritual, nilai demokrasi, nilai normatif, nilai Persatuan yakni gotong-royong yang tertanam kuat dalam diri masyarakat Boti membuat mereka hidup dalam kedamaian dan ketentraman, Kerukunan antara sesama yakni masyarakat Boti dalam melaksanakan setiap kegiatan selalu diakhiri dengan sukacita besar yaitu makan bersama dan menari bersama diiringi gong sebagai tanda ucapan syukur, sikap toleransi antara sesama umat beragama yakni antara masyarakat Boti yang menganut halaika dan masyarakat yang non halaika, mereka hidup dalam kedamaian bersama tanpa ada diskriminasi.