p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Gatranusantara
Soleman Uf
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MAHAMAHASISWA PADA MASA PANDEMI MELALUI METODE GROUP INVESTIGATION PADA MATA KULIAH KOMUNIKASI BISNIS TAHUN AJARAN 2020/2021 Soleman Uf
Jurnal Gatranusantara Vol. 19 No. 1 (2021): April
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.113 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar mahamahasiswa jurusan Admintrasi Bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar Mata kuliah komunikasi bisnis kehidupan dengan penerapan metode problem based learning (PBL) pada mahamahasiswa jurusan Admintrasi Bisnis. Jenis penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah mahamahasiswa jurusan Admintrasi Bisnis yang berjumlah 32 mahasiswa. Objek penelitian adalah peningkatan motivasi dan hasil belajar pada mata kuliah komunikasi bisnis. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan observasi, kuesioner dan tes tertulis. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan penggunaan metode problem based learning (PBL) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan motivasi belajar dari 8 mahasiswa atau 25 % pada kondisi awal menjadi 22 mahasiswa atau 68,75 % pada siklus I dan pada akhir siklus II meningkat menjadi 100 % atau semua mahasiswa dinyatakan termotivasi belajarnya pada pelaksanaan proses pembelajaran. Kenyataan diatas didukung puala oleh peningkatan hasil belajar mahasiswa dimana nilai rata-rata kelas terus megalami peningkatan dari 58,81 pada kondisi awal menjadi 64,91 pada siklus I dan pada akhir siklus kedua meningkat menjadi 77,41 dengan ketuntasan belajar yang juga meningkat pada setiap siklusnya yaitu 9 mahasiswa atau 28,13 % pada kondisi awal menjadi 20 mahasiswa atau 62,5 pada siklus I dan pada siklus terakhir menjadi 29 mahasiswa atau 90,63 %.
PERAN TOKOH ADAT DALAM PENYELESAIAN KONFLIK BATAS WILAYAH ANTARA KABUPATEN NGADA DAN KABUPATEN MANGGARAI TIMUR DI DESA SAMBINASI BARAT KECAMATAN RIUNG KABUPATEN NGADA Soleman Uf
Jurnal Gatranusantara Vol. 20 No. 2 (2022): Edisi Okotober
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan: Kisah konflik batas wilayah antara Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai Timur Di Desa Sambinasi Barat Kecamatan Riung Kabupaten Ngada; Dampak negatif konflik batas wilayah antara Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai Timur Di Desa Sambinasi Barat Kecamatan Riung Kabupaten Ngada; Peran tokoh adat dalam penyelesaian konflik batas wilayah antara Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai Timur Di Desa Sambinasi Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Subjek dalam penelitian ini adalah Tokoh Adat Kabupaten Ngada, Tokoh Adat Kabupaten Manggarai Timur, Masyarakat Adat Desa Sambinasi Barat, Masyarakat Adat Desa Golo Lijun, Kepala Desa Sambinasi Barat Dan Kepala Desa Golo Lijun. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi serta teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kisah konflik batas wilayah Antara Kabupaten Ngada Dan Kabupaten Manggarai Timur dilatarbelakangi oleh penempatan batas wilayah yang tidak sesuai dengan kesepakatan; Dampak negatif dari konflik tersebut yakni menimbulkan kegaduhan dan menyebabkan keresahan, menimbulkan tindakan anarkis serta menghambat pekerjaaan pemerintah; Peran tokoh adat dalam penyelesaian konflik batas wilayah antara Kabupaten Ngada dan Kabupaten Manggarai Timur yakni membangun jembatan komunikasi antar pihak yang terlibat konflik, perhentian konflik dan penjagaan kesepakatan damai, intervensi konflik melalui mediasi atau fasilitas dan rekonsiliasi serta mengelola melokalisir konflik sehingga tidak meluas kemana-mana.