Ahsanal Kasasiah
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Cemaran Bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa pada Masker Organik Ivada Octaviani; Ahsanal Kasasiah; Mally Ghinan Sholih
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12311

Abstract

Cosmetics is a preparation that is applied to the outside of the human body such as skin, nails, lips and hair which aims to clean, perfume, change appearance and or protect and maintain the body. Safe and quality cosmetics must be free from microbial contamination. The presence of microbes in cosmetic preparations can not only damage the preparation, but some microbes can be pathogenic so that they can cause allergic reactions, skin infections and other skin diseases. This study aims to analyze the microbial contamination contained in the face mask samples by conducting laboratory tests. Microbial contamination includes identification of Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa bacteria. This study used an experimental method. This study identified the presence of bacterial contamination of Staphylococcus aureus and Pseudomonas aeruginosa in several samples of masks sold in e-commerce. The methods used include enrichment test, selective medium test, catalase test as an additional test for the identification of Staphylococcus aureus bacteria and gram staining. The results showed that of the five samples of masks used in this study, two of them were found to be contaminated by Staphylococcus aureus. However, of the five samples studied, all of them were negatively contaminated with Pseudomonas aeruginosa bacteria.Keywords: face mask; Staphylococcus aureus; Pseudomonas aeruginosaABSTRAK Kosmetika merupakan suatu sediaan yang diaplikasikan pada luar tubuh manusia seperti kulit, kuku, bibir dan rambut yang bertujuan untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau melindungi serta memelihara tubuh. Kosmetik yang aman dan berkualitas harus bebas dari cemaran mikroba. Adanya mikroba dalam sediaan kosmetik tidak hanya dapat merusak sediaan, tetapi beberapa mikroba dapat bersifat patogen sehingga dapat menyebabkan timbulnya reaksi alergi, infeksi pada kulit serta penyakit kulit lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cemaran mikroba yang terdapat dalam sampel masker wajah dengan melakukan uji laboratorium. Cemaran mikroba meliputi identifikasi bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Penelitian ini mengidentifikasi keberadaan cemaran bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa dalam beberapa sampel masker yang di jual di e-commerce. Metode yang dilakukan meliputi uji pengkayaan, pengujian pada medium selektif, uji katalase sebagai uji tambahan untuk identifikasi bakteri Staphylococcus aureus dan pewarnaan gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima sampel masker yang digunakan dalam penelitian ini, terdapat dua sampel diantaranya ditemukan tercemar oleh Staphylococcus aureus. Namun, dari kelima sampel yang diteliti, semuanya negatif tercemar dari bakteri Pseudomonas aeruginosa.Kata kunci: masker wajah; Staphylococcus aureus; Pseudomonas aeruginosa
IDENTIFIKASI RHODAMIN B DALAM LIPSTIK YANG BEREDAR DI PASAR BARU KOTA BEKASI Nadia Oktaviani; Marsah Rahmawati Utami; Ahsanal Kasasiah
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12313

Abstract

Cosmetics are preparations used outside the human body that are useful for cleaning, deodorizing, changing or improving appearance. One of the cosmetic products that women often use is lipstick. One of the important ingredients in lipstick is dye, both natural and synthetic dyes. There are several synthetic dyes that are prohibited in cosmetics because they can have a negative impact on the body, one of which is rhodamine B. This study aims to identify rhodamine B in lipstick circulating in Pasar Baru Bekasi City. The method used to identify rhodamine B in lipstick samples was a rhodamine B specific reagent and the concentration was determined using UV-Vis spectrophotometry with a wavelength of 549 nm. In 10 lipstick samples, there were 3 samples that tested positive with different levels. Sample C = 3.11%, sample E = 1.19% and sample F = 2.05%. The levels of rhodamine B contained in the three samples were not too high. However, rhodamine b is a dangerous dye because it has a bad effect on the skin.Keywords: rhodamine B; lipstick; UV-Vis spectrophotometryABSTRAK Kosmetika merupakan sediaan yang digunakan di luar tubuh manusia yang berguna untuk membersihkan, mewangikan, merubah atau memperbaiki penampilan. Salah satu produk kosmetika yang sering digunakan wanita adalah lipstik. Salah satu bahan penting dalam lipstik adalah pewarna, baik pewarna alami maupun sintetis. Terdapat beberapa pewarna sintetis yang dilarang dalam kosmetika karena dapat memberi dampak yang buruk pada tubuh, salah satunya adalah rhodamin B. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rhodamin B dalam lipstik yang beredar pada Pasar Baru Kota Bekasi. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi rhodamin B dalam sampel lipstik adalah dengan reagen spesifik rhodamin B dan penentuan kadar dilakukan dengan menggunakan spektrofotomeri UV-Vis dengan panjang gelombang 549 nm. Dalam 10 sampel lipstik, terdapat 3 sampel yang dinyatakan positif dengan kadar yang berbeda. Sampel C = 3,11%, sampel E = 1,19% dan sampel F = 2,05%. Kadar rhodamin B yang terkandung dalam ketiga sampel tidak terlalu banyak. Namun rhodamin b adalah pewarna yang berbahaya karena memiliki pengaruh buruk terhadap kulit.Kata kunci: rhodamin B; lipstik; spektrofotometri UV-Vis