Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kemampuan representasi matematis dan self-esteem siswa pada materi statistika Ai Ristiani; Iyam Maryati
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.475 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i1.1914

Abstract

Mathematics is a part of science that can improve one’s ability to think logically, rationally, critically, carefully, effectively, and efficiently. The ability of mathematical representation is one of the general goals of learning mathematics in schools. Self-esteem is one of the aspects that determines the success of students’ interaction in the social environment, through self-image, learning process, experiences, and interaction in the social environment. The aim of this study was to analyze the students’ ability in mathematical representation and self-esteem in statistic material. This study was conducted in Kp. Babakan Manggung, RT/RW 03/06, Ds. Sukajaya, Kec. Tarogong Kidul with the subjects of this research is seven students in third grade in Junior High School IT Bani Adam Hawa and taken by randomly. The technics of conducting the data in this research are test, interview, questionnaire, and observation. The result of this study indicates that: (1) the student's ability to represent is still low. Of the seven students, only four students thought that the question related to pictures and mathematical models were not much difficult. (2) students’ self-esteem attitude is still classified as moderate because of the lack of students’ ability to instill confidence in themselves in communicating mathematics in their life. The students who have less self-esteem are very concerned with students' achievements (3) the students still have difficulty in learning mathematics because the students often forget the formula and are confused about how to work the questions. Matematika adalah salah satu bidang ilmu yang dapat meningkatkan kemampuan seseorang dalam berpikir secara logis, rasional, kritis, cermat, efektif dan efisien. Kemampuan representasi matematis merupakan salah satu tujuan umum dari pembelajaran matematika di sekolah. Self-esteem merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial, melalui citra diri, proses belajar, pengalaman serta interaksi dengan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kemampuan representasi matematis dan self-esteem siswa pada materi statistika. Penelitian ini dilakukan di Kp. Babakan Manggung, RT/RW 03/06, Ds. Sukajaya, Kec. Tarogong Kidul dengan Subjek penelitian tujuh orang siswa SMP IT Bani Adam Hawa kelas IX yang diambil secara acak. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, wawancara, angket, dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Kemampuan representasi siswa masih tergolong rendah. Dari ketujuh responden hanya empat yang menganggap bahwa soal yang berkaitan dengan gambar, dan model matematika tidak terlalu sulit. (2) Sikap self-esteem siswa masih tergolong sedang karena masih kurangnya kemampuan siswa dalam menanamkan keyakinan terhadap dirinya dalam mengkomunikasikan matematika kedalam kehidupan sehari-hari. Siswa yang memiliki self-esteem kurang sangat mempengaruhi pada prestasi belajar lainnya. (3) Siswa masih mengalami kesulitan dalam belajar matematika karena siswa sering tiba-tiba lupa rumus serta bingung dalam langkah pengerjaan soal.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Materi Statistika Krisnawati Sriwahyuni; Iyam Maryati
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v2i2.1830

Abstract

Kurangnya kemampuan pemecahan masalah matematis menyebabkan siswa mengalami kesulitan menyelesaikan soal-soal pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dalam menyelesaikan soal statistika. Metode penelitian yaitu kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 4 siswa kelas IX di salah satu SMP Negeri Pakenjeng. Teknik pengumpulan data menggunakan soal tes, wawancara, dan catatan penelitian, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukan capaian untuk indikator mengidentifikasi kecukupan data sebanyak 19%, untuk indikator membuat model matematika dari situasi atau masalah sehari- hari sebanyak 56,25%, untuk indikator menerapkan strategi untuk menyelesaikan masalah matematika atau diluar matematika sebanyak 62,50%, dan untuk indikator menjelaskan atau menginterpretasikan hasil sesuai permasalahan asal serta memeriksa kebenaran hasil sebanyak 62,50%. Secara keseluruhan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi statistika berada pada kualifikasi rendah sehingga perlu untuk ditingkatkan.Lack of mathematical problem-solving ability causes students to have difficulty solving problem-solving problems. This study aims to determine the mathematical problem-solving ability of students in solving statistical problems. The research method is qualitative with a descriptive type. The research subjects consisted of 4 students of class IX in one of the SMP Negeri Pakenjeng. Data collection techniques used test questions, interviews, and research notes, then analyzed using data reduction, data presentation, and concluding/verification. The results showed that the achievement for indicators identified data adequacy as much as 19%, for indicators making mathematical models of situations or everyday problems as much as 56.25%, for indicators applying strategies to solve math problems or outside mathematics as much as 62.50%, and for indicators explain or interpret the results according to the original problem and check the correctness of the results as much as 62.50%. Overall, students' mathematical problem-solving abilities in statistics material are of low qualification so they need to be improved.