Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kesulitan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan self-esteem pada materi statistika Dini Kurniasari; Teni Sritresna
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.297 KB) | DOI: 10.31980/powermathedu.v1i1.1915

Abstract

This study aims to determine the difficulties experienced by students in solving mathematical problems based on self-esteem in statistical material. The self-esteem of students with categories of high students, medium students, and low students. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques in this study were the distribution of student self-esteem questionnaires, tests of students' mathematical problem-solving abilities, and interviews. This research was conducted in Kp. Ciloa Rt. 01 Rw. 08 Dec. Banjarsari district. Bayongbong Kab. Garut with the research subject of 3 students taken from class VIII and IX for the 2019/2020 academic year around Kp. Ciloa, the selected students were students in the high, medium, and low mathematical self-esteem categories. The subject matter used in this research is statistical material. The research instrument includes a student self-esteem questionnaire, questions about students' mathematical problem-solving abilities in the form of descriptions, and interviews. Based on the results of the study, it was found that students with high self-esteem categories in working on the problem-solving problems given did not experience difficulties and tended to understand concepts in mathematics, students with self-esteem categories were in the process of working on mathematical concepts and students with high self-esteem categories did not understand mathematical concepts. low self-esteem in the process, these students do not understand the concepts in mathematics so they are unable to work on the questions given by the researcher. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa dalam pemecahan masalah matematis berdasarkan self-esteem pada materi statistika. Self-esteem siswa dengan kategori siswa tinggi, siswa sedang dan siswa rendah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah penyebaran angket self-esteem siswa, tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan wawancara. Penelitian ini dilaksanakan di Kp. Ciloa Rt. 01 Rw. 08 Des. Banjarsari Kec. Bayongbong Kab. Garut dengan subjek penelitian 3 orang peserta didik yang diambil dari kelas VIII dan IX tahun ajaran 2019/2020 yang ada disekitar Kp. Ciloa, peserta didik yang terpilih adalah peserta didik dalam kategori self esteem matematis tinggi, sedang dan rendah. Pokok bahasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah materi statistika. Instrumen penelitian ini mencakup angket self-esteem siswa, soal-soal kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang berbentuk uraian dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa siswa dengan kategori self-esteem tinggi dalam pengerjaan soal-soal pemecahan masalah yang diberikan tidak mengalami kesulitan dan cenderung memahami konsep dalam matematika, siswa dengan kategori self-esteem sedang dalam pengerjaannya siswa tersebut kurang memahami konsep matematika dan siswa dengan kategori self-esteem rendah dalam pengerjaannya siswa tersebut tidak memahami konsep dalam matematika sehingga tidak mampu mengerjakan soal yang diberikan oleh peneliti. 
Kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita Nurul Dewi Cahyani; Teni Sritresna
Jurnal Inovasi Pembelajaran Matematika: PowerMathEdu Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/powermathedu.v2i1.2720

Abstract

AbstractThis research is motivated by students' reasoning abilities that are still low in solving math word problems. Students still have difficulty in giving proper reasons for a problem that has been done and confusion in giving conclusions about a statement. Even reasoning skills should be needed when students solve a problem because then students will easily apply them in solving a problem. This study aims to analyze students' mathematical reasoning abilities in solving word problems. This research uses a qualitative research approach with a descriptive research type. The subjects in this study were 6 students of class VIII-C of SMP Negeri 1 Kadungora who were selected from the results of the initial test of mathematical reasoning abilities, namely 3 students with high reasoning abilities, 1 student with moderate reasoning abilities, and 2 students with low reasoning abilities. The results of this study are 1) Students with high reasoning abilities in solving word problems, namely S-2 and S-3 are able to fulfill the four indicators of reasoning. While S-1 is able to fulfill three indicators of reasoning. 2) Students with moderate reasoning abilities in solving word problems are able to fulfill two reasoning indicators, namely S-4. 3) Students with low reasoning abilities in solving word problems are only able to fulfill one reasoning indicator, namely S,-5, and S-6. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan penalaran siswa yang masih rendah dalam memecahkan soal cerita matematika. Siswa masih kesulitan dalam memberikan alasan yang tepat terhadap suatu permasalahan yang telah dikerjakan serta kebingungan dalam memberikan kesimpulan terhadap suatu pernyataan. Padahal seharusnya kemampuan penalaran sangat dibutuhkan ketika siswa memecahkan suatu permasalahan, karena dengan begitu siswa akan mudah menerapkannya dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 6 siswa kelas VIII-C SMP Negeri 1 Kadungora yang dipilih dari hasil tes awal kemampuan penalaran matematis yaitu 3 siswa dengan kemampuan penalaran tinggi, 1 siswa dengan kemampuan penalaran sedang, dan 2 siswa dengan kemampuan penalaran rendah. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Siswa dengan kemampuan penalaran tinggi dalam menyelesaikan soal cerita yaitu S-2 dan S-3 mampu memenuhi empat indikator penalaran. Sedangkan S-1 mampu memenuhi tiga indikator penalaran. 2) Siswa dengan kemampuan penalaran sedang dalam menyelesaikan soal cerita mampu memenuhi dua indikator penalaran yaitu S-4. 3) Siswa dengan kemampuan penalaran rendah dalam menyelesaikan soal cerita hanya mampu memenuhi satu indikator penalaran yaitu S-5 dan S-6.