Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsep Syahid dalam Tafsir Al-Azhar: Analisis Pendekatan Julia Kristeva Mahfidhatul Khasanah; Najamudin Makmur
Alhamra Jurnal Studi Islam Alhamra, Volume 3, No. 1, Februari 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1218.507 KB) | DOI: 10.30595/ajsi.v3i1.13040

Abstract

Fokus penelitian ini adalah pada kata syahid dalam kitab tafsir Al-Azhar yang dikaji menggunakan teori semanalisis dan intertekstualitas Julia Kristeva secara mendalam. Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk mencari korelasi antara tafsir al-Azhar karya Buya Hamka dan kitab tafsir Fi Dzilali Al-Qur’an karya Sayyid Qutb. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif-kualitatif yang termasuk ke dalam kategori kajian pusaka (library research). Pengumpulan data yang digunakan ialah melalui buku-buku, artikel, dan tulisan-tulisan yang terkait dengan penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kitab tafsir al-Azhar memiliki transposisi korelasi teks dengan kitab tafsir Fi Dzilali Al-Qur’an yang masuk dalam kategori eksistensi, parallel dan modifikasi.
Epistemologi Pemikiran Jane Dammen McAuliffe Tentang Hubungan Al-Qur’an dan Tafsir Mahfidhatul Khasanah
Nun: Jurnal Studi Alquran dan Tafsir di Nusantara Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir se-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32495/nun.v8i1.340

Abstract

The Qur'anic verse is indeed a text, which to understand it needs to be bridged by scholars who are qualified in the field of linguistic rules to produce an interpretation. Mufasirs and Muslims in general place interpretation as a reference for understanding the Qur'an, but for Jane Dammen McAuliffe, interpretation controls the meaning of the Qur'an. McAuliffe believes that the two cannot be equated and aligned as a way to understand the Qur'an. Thus, one cannot be generalized to represent the general view. The purpose of this article is to attempt to illustrate how McAuliffe views the relationship between the Qur'ān and tafsir as one of the Islamic thinkers. To further examine McAuliffe's thoughts, the method the author uses is library research with a content analysis approach. The results of this article are: First, McAuliffe explains that the interpretation of the Qur'an has been controlling the meaning of the Qur'an. Second, the Qur'an is morphologically unchanging, it lives semantically. Meanwhile, tafsir is considered as a particular hermeneutical configuration. From the results of this study, it can be concluded that the Qur'anic verse is indeed a text, which requires linguistic rules to understand. However, the text is also an integrated part of the context, stripping the context that should be attached to the text has the potential to cause gaps in meaning.
EPISTEMOLOGI PEMIKIRAN JANE DAMMEN MCAULIFFE TENTANG HUBUNGAN AL-QUR’AN DAN TAFSIR Mahfidhatul Khasanah
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.24059

Abstract

AbstrakMufasir dan kaum Muslim pada umumnya menempatkan tafsir sebagai rujukan untuk memahami al-Qur’an, namun bagi McAuliffe penafsiran yang ada justru mengontrol adanya makna al-Qur’an. McAuliffe berpandangan bahwa keduanya tidak bisa dipersamakan dan disejajarka sebagai jalan untuk memahami al-Qur’an. Sehingga, pandangan satu tidak bisa untuk digeneralisirkan dalam mewakili pandangan umum Tujuan dari artikel ini adalah berusaha untuk menggambarkan pandangan Jane Dammen McAuliffe terhadap hubungan al-Qur’an dan tafsir. Untuk mengkaji lebih jauh pemikiran Jane Dammen McAuliffe metode yang penulis gunakan adalah library research dengan pendekatan konten analisisi. Adapun hasil dari artikel ini adalah: Pertama, McAuliffe menjelaskan bahwa tafsir al-Qur’an selama ini mengontrol makna al-Qur’an. Kedua, al-Qur’an secara morfologis tidak berubah, ia hidup secara semantik. Sedangkan, tafsir dianggap sebagai konfigurasi hermeneutis tertentu.Kata Kunci: Epistemologi, Janne Dammen McAuliffe, Hubungan Al-Qur’an dan TafsirCommentatory and Muslims generally place tafsir as a reference to understanding the Qur'an, but for McAuliffe the existing interpretation actually controls the meaning of the Qur'an. McAuliffe was of the view that the two could not be equated and paralleled as a way to understand the Qur'an. Thus, one's view cannot be generalized in representing the general view. The purpose of this article is to attempt to illustrate Jane Dammen McAuliffe's views on the qur'an's relationship and exegesis. To further examine jane Dammen McAuliffe's thinking method the method that the author uses is library research with an analytical content approach. Adapun hasil dari artikel ini adalah: Pertama, McAuliffe menjelaskan bahwa tafsir al-Qur’an selama ini mengontrol makna al-Qur’an. Kedua, al-Qur’an secara morfologis tidak berubah, ia hidup secara semantik. Sedangkan, tafsir dianggap sebagai konfigurasi hermeneutis tertentu.Keywords: Epistemologi, Janne Dammen McAuliffe, Relation of Al-Qur’an and Commentary