Lideman .
Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola Serangan Penyakit Komplikasi EHP dan WSSV Pada Litopenaeus vannamei di Tambak Intensif Hamzah .; Srinawati .; Lideman .
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 9 (2022): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL IX KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tambak udang intensif terkadang mengalami kasus kematian udang akibat infeksi berbagai patogen, dan salah satu penyakit tersebut adalah EHP atau disebut white peces disease (WFD) dan WSSV (white spot syndrome virus) atau disebut bintik putih. Umumnya pembudidaya akan segera panen jika kedua penyakit ini menyerang udang di tambak. Namun pada kegiatan ini, dilakukan upaya mempertahankan pemeliharaan udang hingga mencapai masa panen yang layak. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya pengetahuan mengenai pola serangan penyakit udang dan kondisi kualitas air tambak agar penyakit tersebut dapat dikurangi dampaknya. Sampai saat ini masih kurang informasi mengenai gambaran kondisi pertumbuhan udang dan kualitas lingkungan saat terjadi kasus penyakit infeksi EHP dan WSSV pada udang tambak intensif. Informasi tersebut akan sangat bermanfaat bagi pembudidaya dalam menentukan langkah yang harus dilakukan agar tidak mengalami kerugian yang besar. Hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa kasus infeksi penyakit EHP dan WSSV pada udang vanname di tambak intensif terjadinya bersamaan di pekan ke-3 atau DOC 19. Munculnya penyakit EHP dan WSSV tersebut disertai dengan meningkatknya kasus nekrosis pada kaki renang, meningkatnya infeksi bakteri filamen (Leucotrix sp), meningkatnya suhu air tambak, penurunan nilai pH air satu pekan sebelumnya, meningkatnya nilai alkalinitas air, dan meningkatnya total bakteri dalam air tambak. Meskipun pada masa pemeliharaan ini telah terbukti telah terinfeksi penyakit EHP dan WSSV, namun pemeliharaan dapat dilanjutkan hingga pekan ke-13 atau DOC 75 dan akhir panen sebanyak 937 kg, SR 73,5%, dan FCR 1,69.