ira darmawanti
Program Studi Psikologi Universitas Negeri Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Studi Kasus Penerimaan Seorang Ayah Terhadap Anak Autis Ade Surya Febrianto; ira darmawanti
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.934 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v7n1.p50-61

Abstract

The purpose of this study was to explore the process of  fathers acceptance to their children with autism. This study used a qualitative approach. Three participants who are fathers of  children  with autism were involved in this study. Data were collected using semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. This study reveals three themes, namely participants responses on their autistic children; the psychological experiences of having children with autism; and making efforts to accept their autistic children. In general, the result of this study shows that the participants have different experiences in raising their autistic children. This study also found various forms and aspects of acceptance that are experienced by participantsAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses penerimaan seorang ayah terhadap anaknya yang menyandang autisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Karateristik partisipan penelitian meliputi ayah yang memiliki anak dengan diagnosis autisme. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak 3 orang. Teknik pengumpulan data dengan wawancara semi terstruktur, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis tematik. Penelitian ini mengungkapkan 3 (tiga) tema yaitu tanggapan terhadap autism anaknya; pengalaman psikologis memiliki anak autis; dan  upaya yang dilakukan untuk mencapai penerimaan terhadap anaknya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara umum ketiga partisipan memiliki pengalaman berbeda dalam merawat  anak mereka yang didiagnosis autisme. Penelitian ini juga menemukan beberapa bentuk penerimaan yang dialami partisipan serta aspek-aspek penerimaan partisipan terhadap anaknya yang autis..
PENGARUH PERMAINAN LASY TERHADAP PENINGKATAN KONSENTRASI PADA ANAK AUTIS Rina Rokhimah; ira darmawanti
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.724 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v4n1.p48-55

Abstract

Children with autistic disorder usually have some problems with their concentration. They feel difficult to focus in doing some tasks. Thus, it may have a huge impact when they are at school. This study  was aimed to determine the effects of lasy game in increasing autistic childrens  concentration level. This study used pre-experiment method with one group pretest-posttest design. Five children with autism in a therapy center were recruited as participants of this study. Independent variable is a game called lasy game and dependent variable is concentration level. Collecting data using an observation sheet (rating scale of concentration level) with statistic test using wilcoxon assigned rank test. The study result of Wilcoxon analysis Asymp. Sig (2 tailed) is 0,043, which can be said as a significant result because of Asymp Sig (2 tailed) 0,043 less than 0,05 (0,043< 0,05). This shows that there is a difference of concentration level between before and after the intervention of lasy game. It can be concluded from this research that the game has been produced for increasing concentration level among children with autistic disorder. Abstrak: Anak dengan gangguan autis mengalami keterlambatan dalam aspek kognitifnya, diantaranya berdampak pada terjadinya gangguan pada tingkat konsentrasi. Gangguan konsentrasi ini berdampak sangat besar terutama pada proses pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan lasy terhadap peningkatan konsentrasi pada anak autis. Pada penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan one group, pretest-posttest desain. Populasi pada penelitian ini adalah anak autis sebuah pusat terapi dengan jumlah 5 subjek anak penyandang autis. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah permainan lasy dan variabel terikat adalah tingkat konsentrasi. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi (rating scale tingkat konsentrasi) dengan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil dari Wilcoxon analysis Asymp. Sig (2 ekor) adalah 0.043. Hasil analisis ini adalah signifikan karena kurang dari 0,05 (0,043<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikan permainan lasy. Kesimpulan penelitian ini ada pengaruh permainan lasy terhadap peningkatan konsentrasi pada anak autis. Berdasarkan hasil penelitian, maka terapi bermain yang berupa permainan lasy dapat dijadikan sebagai  intervensi  dini yang dapat dilakukan oleh orang sekitar untuk membantu menangani gangguan  konsentrasi pada anak autis.
PERBEDAAN KEMATANGAN EMOSI REMAJA DITINJAU DARI STRUKTUR KELUARGA Farokhatin Nashukah; Ira Darmawanti
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.725 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v3n2.p93-102

Abstract

A family has a great influence on children's emotional patterns because the family is the first social group for children to learn and express themselves as human beings in a social interaction with their groups. The background of this study is the problem of adolescent emotional maturity attainment. Subjects in this study were devided into two groups which overall are 121 adolescents aged between 16 and 20 years old. This study uses simple random sampling technique with predetermined characteristics and scale of emotional maturity as an instrument. Test the assumptions used in this study are normality test using one sample Kolmogorov-Smirnov test technique and homogeneity test using homogenity of variance test technique. The normality test shows the value of adolescents of complete families is 0,789 and the value of adolescents of single parent families is 0,982. Significance value >0.05, then the variable of emotional maturity is declared normally. Homogenity test shows the value is 0,499. Significance value >0,05, then the variable of emotional maturity is declared homogeneous. Results of this study shown that adolescent emotional maturity of single parent families has a mean of 148,71 emotional maturity that is higher than a mean of the emotional maturity of a complete family of 143,77. Based on analysis data using t-test known that the significance value is 0,013 (p >0.05), the result shows that the study hypothesis is accepted. It is concluded that there is difference of emotional maturity among adolescents influenced by their different family structures.Abstrak: Keluarga memiliki pengaruh besar terhadap pola emosi anak karena keluarga merupakan kelompok sosial pertama untuk anak belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kematangan emosi remaja ditinjau dari struktur keluarga, yaitu keluarga lengkap dan keluarga dengan orang tua tunggal (single parent). Peneliti menggunakan teknik simple random sampling dengan karakteristik yang telah ditentukan. Subjek pada penelitian ini adalah dua kelompok yang secara keseluruhan berjumlah 121 sampel dengan rentang usia 16-20 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kematangan emosi. Uji asumsi menggunakan uji normalitas menggunakan teknik one sample Kolmogorov-Smirnov test dan uji homogenitas menggunakan teknik test of homogenity of variance. Diketahui bahwa uji normalitas remaja dari keluarga lengkap sebesar 0,789, dan pada remaja dari keluarga single parent sebesar 0,982. Nilai signifikansi >0,05, maka variabel kematangan emosi dinyatakan berdistribusi normal. Diketahui bahwa uji homogenitas dengan nilai sebesar 0,499. Nilai signifikansi >0,05, maka variabel kematangan emosi dinyatakan homogen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kematangan emosi remaja dari keluarga single parent memiliki rata-rata skor kematangan emosi 148,71 yang lebih tinggi daripada rata-rata skor kematangan emosi keluarga lengkap yang sebesar 143,77. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dengan menggunakan Uji-t, diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,013 (p >0,05) yang menunjukkan hipotesis penelitian diterima sehingga peneliti menyimpulkan bahwa ada perbedaan kematangan emosi remaja ditinjau dari struktur keluarga.
Hubungan antara Tingkat Religiusitas dengan Kemampuan dalam Mengatasi Stres (Coping Stress) Ira Darmawanti
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.101 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v2n2.p102-107

Abstract

This study examined the relationship between religiosity and coping stress among participants who joined a religious community. The level of stress was controlled.  Seventy nine participants whose age ranged from 21 to 28 involved in the study. Data were analysed using Pearsons Product Moment and resulted r = 0.6344 and p < 0,001 in the level of significance 5%. The study found that higher level of religiosity was related with the better coping stress strategy, thus, it can be concluded that the higher the level of the religiosity among participants the more likely that they would be better in coping stress.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada korelasi yang positif antara tingkat religiusitas dengan coping stres dengan mengendalikan tingkat stres. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah variabel tingkat religiusitas sebagai variabel bebas, variabel coping stres sebagai variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota kelompok pengajian di Surabaya berjumlah 95 orang dengan sampel sebanyak 79 orang. Teknik analisis yang digunakan adalah korelasi Product Moment dari Pearson. Berdasarkan hasil analisis data, untuk uji satu ekor dan taraf signifikansi 5% diperoleh r = 0,6344 dengan p < 0,001 yang berarti dengan mengendalikan tingkat stres, semakin tinggi tingkat religiusitas seseorang, semakin baik pula coping stresnya.