Oni Kandi
Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Kelautan Dan Perikanan Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh, 23111. Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Air Bersih Dan Bahan Bakar Minyak Dalam Mendukung Aktivitas Penangkapan Di Pangkalan Pendaratan Ikan Ujung Seurangga, Kabupaten Aceh Barat Daya Fiquida Shifa Shafira; Rizwan Rizwan; Oni Kandi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 1, No 1: April (2021)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujung Seurangga merupakan pelabuhan yang berada di Kabupaten Aceh Barat Daya. Pangkalan Pendaratan Ikan berfungsi untuk memberikan pelayanan dalam kegiatan operasi penangkapan ikan. Agar terjaminnya kelancaran aktivitas penangkapan ikan, kapal memerlukan perbekalan melaut dalam jumlah yang cukup, berupa air bersih dan BBM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyediaan kebutuhan air bersih untuk aktivitas penangkapan ikan dan penyediaan BBM untuk kapal dalam melakukan penangkapan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan menganalisa kebutuhan air bersih dan Bahan Bakar Minyak yang dibutuhkan oleh nelayan untuk aktivitas penangkapan ikan. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara dan data dari pihak Pangkalan Pendaratan Ikan. Hasil penelitian menyatakan bahwa penyediaan air bersih untuk aktivitas penangkapan ikan menggunakan agen-agen air, dimana kebutuhan air bersih untuk aktivitas penangkapan ikan secara teoritis sebesar 43030,55 ton/tahun yang terdiri dari KAM sebesar 3648,68 ton/tahun, KAI sebesar 39280,59 ton/tahun dan KAP sebesar 101,28 dan kebutuhan air bersih untuk aktivitas penangkapan ikan secara aktual yaitu sebesar 1033,06 ton/tahun yang hanya terdiri dari KAM karena kebutuhan air bersih untuk pencucian hasil tangkapan dan pencucian palka menggunakan air kolam labuh. Hal tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan aktual air bersih masih jauh dibawah kebutuhan teoritisnya. Sementara kebutuhan Bahan Bakar Minyak untuk operasi penangkapan ikan pada kapal purse seine sebesar 185,730 liter/bulan. Sedangkan kapal pancing sebesar 82,224 liter/bulan.
Manajemen Galangan Kapal Perikanan di Desa Lampulo, Banda Aceh Rafika Anbar Sari; Ratna Mutia Aprilia; Rizwan Rizwan; Muhammad Muhammad; Oni Kandi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 1, No 1: April (2021)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galangan kapal perikanan Lampulo adalah galangan kapal milik swasta dan merupakan galangan yang melakukan kegiatan perawatan, perbaikan, dan pembuatan kapal baru. Armada yang dilayani galangan kapal perikanan ini adalah kapal yang memiliki bobot maksimal 65 GT dengan bahan dasar kayu. Permasalahan yang dihadapi sekarang ialah sistem manajemen yang belum memadai serta fasilitas yang ada pada galangan kapal ini masih sangat kurang. Kurangnya fasilitas dan peralatan yang tersedia dapat menjadi faktor penghambat untuk kemajuan dan pengembangan galangan kapal. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui sistem manajemen galangan kapal perikanan yang ada di desa Lampulo. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode survei, metode ini digunakan untuk melihat gejala-gejala yang ada dan mengumpulkan data mengenai faktor-faktor yang berkaitan dengan variabel penelitian dan kemudian dianalisis menggunakan analisis diagram tulang ikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem manajemen pada galangan kapal perikanan di desa Lampulo ini masih belum teratur dikarenakan masih banyak hal yang tidak terkendali dalam permanajemenannya dan fasilitas yang ada pada galangan kapal ini hanya 44% yang memadai.