Pipin Pitriyani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Pendidikan Dalam Pandangan Al-Qur’an Arif Rahman Aziz; Dede Asiah; Irfan Afandi; Pipin Pitriyani; Rama Aditya; Yayat Hidayat
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 13 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.472 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6975572

Abstract

Al-Qur'an as the main source of Islam contains a myriad of wisdom that serves to guide the path of human life. At the time of the Prophet Muhammad SAW., life, the substance of the Qur'an he practiced himself and he taught his friends. In addition to the Qur'an, the actions, words and attitudes of the Prophet Muhammad SAW are also a reference in Muslim life, both concerning relationships with God, fellow humans and nature. This is what is called a hadith. Al-Qur'an is used as a source of Islamic education and other sciences, including management of Islamic education, because the Qur'an has absolute values that are derived from Allah SWT. Allah SWT created humans and it is he who educates humans, so that the content of education has been contained in His revelations. There is not a single problem, including the issue of Islamic education management that escapes the reach of the Koran.
POLA ASUH ORANGTUA DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ANAK Pipin Pitriyani; Dede Asiah
Journal Education and Government Wiyata Vol 1 No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/e-gov.v1i3.14

Abstract

Orangtua adalah orang pertama yang sangat besar peranannya dalam membina kehidupan anak. Orangtua merupakan lingkungan sosial awal yang dikenal anak, figur yang menentukan kualitas kehidupan seorang anak, dan figur yang paling dekat dengannya, baik secara fisik maupun psikis. Oleh sebab itu orangtua harus lebih memperhatikan pola asuh yang diberikan kepada anak untuk membentuk karakter sejak dini, sehingga setelah anak tumbuh dewasa, ia akan tumbuh menjadi manusia yang berkarakter sesuai dengan yang diharapkan. Karakter adalah potret diri seseorang yang sesungguhnya. Setiap orang memiliki karakter dan itu bisa menggambarkan diri seseorang yang sebenarnya apakah baik atau buruk. “Karakter merupakan “ciri khas” yang dimiliki oleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah asli dan mengakar pada kepribadian benda atau individu tersebut dan merupakan ‘mesin’ pendorong bagaimana seorang bertindak, bersikap, berujar, dan merespons sesuatu”. Melalui pembentukan karakter sejak dini, kelak anak diharapkan mampu secara mandiri berperilaku dengan mengetahui ukuran baik dan buruk serta mampu meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasikan nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan kualitatif, yaitu “prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Penelitian ini dilakukan dengan menghimpun data dalam keadaan sewajarnya, mempergunakan cara bekerja yang sistematis, terarah dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga tidak kehilangan sifat ilmiahnya atau serangkaian kegiatan atau proses menjaring data/informasi yang bersifat sewajarnya. Hasil penelitian : Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan dan dipahami bahwa pola asuh orangtua dalam membentuk karakter anak telah dilakukan dengan baik. Hal ini terbukti bahwa anak telah mulai mampu berbicara sopan dan berperilaku yang baik kepada semua orang, memiliki sikap religius, mandiri, tidak egois, menghormati orang lain, serta disiplin dalam kehidupan sehari-hari.