Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur'an Masa Pandemi Covid-19 Bagi Siswa Kelas V SDN Kaliwungu 3 Kabupaten Semarang Maslihatul Umami
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 16 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.947 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7067715

Abstract

The object of study of this research is the BTQ Learning Strategy during the Covid-19 Pandemic for Class V Students with Case Studies at SD Negeri Kaliwungu 3, Kaliwungu district, Semarang Regency. This study aims to describe and analyze strategies, analyze the steps for implementing learning strategies, implementing BTQ learning strategies during the Covid-19 Pandemic for Student V at SD Negeri Kaliwungu 3 Kaliwungu district, Semarang Regency. In this study, the author uses a qualitative approach. This type of research is case research, case studies are interested in what is, take actions or controls that are carried out in order to get the causal meaning. In this research design there are three stages to be achieved by researchers, namely the pre-field (observation) stage, the field stage and the reporting stage. The results of this study are, (1) the teacher's strategy in delivering the material for reading and writing the Qur'an using powerpoint media makes children more enthusiastic in receiving the material, while in delivering material with a handbook makes children less enthusiastic in understanding what the teacher says. through WhatsApp video-call media, (2) the implementation of BTQ learning during the pandemic was carried out online, with the teacher's steps providing material through a whatsapp group, then conducting a videocall to explain the material, (3) evaluations in learning to read and write the Qur'an are reading fluency, writing accuracy, and recitation accuracy. Therefore, it is carried out verbally and also in writing. Keyword: Learning Strategies, BTQ, Covid-19 Pandemic Period.
STRATEGI RIJALUL ḤISBAH DALAM PENANAMAN KESADARAN SHOLAT BERJAMAAH DI MASJID PADA SANTRI PESANTREN ISLAM AL IRSYAD TENGARAN Nardi; Maslihatul Umami
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 18 No. 2 (2023): Oktober: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/alihda.v18i2.150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Rijalul Hisbah atau bagian-bagian ibadah di Pondok Pesantren Jam’iyah Ṭalabah’ (OSIS) Al Irsyad Tengaran Kabupaten Semarang, serta hambatan dan solusi dalam menanamkan rasa shalat berjamaah di kalangan santri.Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data kualitatif dan metode deskriptif. Subyek penelitian ini adalah para wali Rijalul Hisbah, ketua Rijalul Hisbah dan beberapa santri Pondok Pesantren Al Irsyad Tengaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Rijalul Hisbah menerapkan beberapa strategi untuk menanamkan kesadaran di kalangan santri dalam melaksanakan shalat berjamaah di masjid, antara lain (1) strategi pembiasaan, (2) strategi sugesti, (3) strategi pemberian hadiah, dan (4) strategi hukuman. Dalam perjalanannya, strategi pembiasaan menghadapi kendala berupa menurunnya semangat dan stres di kalangan siswa senior. Pada saat yang sama, hambatan terhadap strategi konseling meliputi keterbatasan waktu, kesulitan menemukan konselor yang cocok, dan rendahnya motivasi siswa untuk menerima nasihat. Hambatan terhadap strategi punitif adalah adanya peraturan yang mengatur syarat-syarat hukuman bagi siswa. Solusi yang dilakukan Rijalul Hisbah dalam strategi pembiasaan adalah dengan memberikan nasihat kepada anggota yang kurang termotivasi dan mencari bantuan kepada pengurus asrama. Pada saat yang sama, strategi nasihatnya adalah memberikan nasihat langsung kepada pelanggar dan membentuk departemen khusus untuk menangani nasihat tersebut. Solusi dari kendala strategi hukuman adalah dengan memberikan hukuman sesuai peraturan yang ditetapkan oleh pihak pondok pesantren dengan disaksikan pengawas Rijalul Hisbah. Dengan menerapkan strategi-strategi di atas, maka proses penyadaran akan salat berjamaah di masjid berjalan sesuai harapan, terbukti dengan sebagian besar santri yang sadar salat berjamaah di masjid dan tidak terlambat