Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama. Hal ini terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Menurut UNICEF, stunting didefinisikan sebagai persentase anak-anak usia 0 sampai 59 bulan, dengan tinggi di bawah minus (stunting sedang dan berat) dan minus tiga (stunting kronis) diukur dari standar pertumbuhan anak keluaran WHO. Stunting diakibatkan oleh banyak faktor, seperti ekonomi keluarga, penyakit atau infeksi yg berkali-kali. Kondisi lingkungan, baik itu polusi udara, air bersih bisa juga mempengaruhi stunting. Tidak jarang pula masalah non kesehatan menjadi akar dari masalah stunting, seperti masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, kemiskinan, kurangnya pemberdayaan perempuan, serta masalah degradasi lingkungan. Banyaknya desa yang memiliki penderita stunting di Kecamatan Gadingrejo. Maka sangat di butuhkan sebuah sistem untuk menentukan desa mana yang menjadi prioritas utama dalam penanganan stunting. Oleh karena itu penulis mengangkat penelitian tentang penentuan prioritas desa penanganan stunting di Kecamatan Gadingrejo menggunakan metode waspas berbasis web mobile. Menentukan prioritas penanganan stunting di Kecamatan Gadingrejo dengan menggunakan metode waspas memerlukan beberapa kriteria diantaranya : Ketahanan Pangan, Lingkungan Sosial, Lingkungan Kesehatan, dan Lingkungan Pemukiman.