Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN MELALUI UPAYA HUKUM NON PENAL MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Nina Herlina; Rima Duana
Jurnal Ilmiah Galuh Justisi Vol 10, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Galuh Justisi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/justisi.v10i2.8722

Abstract

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengatur mengenai penegakan hukum lingkungan melalui upaya Penal (hukum pidana) maupun Non Penal (diluar hukum pidana), sedangkan penggunaan sanksi pidana adalah sebagai sanksi subsider atau sebagai ultimum remedium atau sebagai obat terakhir. Dalam penegakan hukum lingkungan melalui upaya hukum non penal, terdapat beberapa kelemahan antara lain pada umumnya proses perkara perdata rełatif memerlukan waktu yang cukup lama karena besar kemungkinan pihak pencemar akan ngulur-ulur waktu sidang atau waktu pelaksanaan eksekusi dengan cara mengajukan banding atau kasasi sementara pencemaran terus berlangsung dengan segala macam akibatnya, jangka waktu pemulihan sulit dilakukan dengan cepat karena memerlukan waktu yang cukup lama, dengan tidak menerapkan sanksi pidana, tidak menutup kemungkinan pelaku pencemaran atau pencemar lain yang potensial untuk tidak melakukan deterren effect (efek pencegahan), dan penerapan sanksi administrasi dapat mengakibatkan penutupan perusahaan industri yang membawa akibat kepada para pekerja, pengangguran akan menjadi bertambah, dapat menimbulkan kejahatan dan kerawanan sosial ekonomi dalam masyarakat.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Selasari dalam Pengelolaan Sampah Berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Menuju Desa Bersih dan Berkelanjutan Rima Duana; Tiktiek Kurniawati; Anisa Puspitasari; Muhammad Zaki Rahman; Dwi Putrigarini; Komalasari Komalasari; Taufik Fauzi Rahman; Siti Nurlela
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.22911

Abstract

Permasalahan sampah di Desa Selasari, Kabupaten Ciamis, didominasi oleh rendahnya kesadaran pemilahan di tingkat rumah tangga serta keterbatasan infrastruktur pengolahan, sehingga Bank Sampah Desa belum beroperasi secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan pengelola bank sampah dalam mengelola sampah berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menuju desa bersih dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi koordinasi dengan pemerintah desa, sosialisasi edukatif mengenai ekonomi sirkular, pelatihan teknis, serta penerapan teknologi tepat guna (TTG). Instrumen teknologi yang diterapkan terdiri dari satu unit mesin pencacah plastik tipe 30 dinamo dan sepuluh unit pipa PVC biopori untuk mereduksi sampah organik dan anorganik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah, bertambahnya jumlah relawan lingkungan, serta penguatan operasional Bank Sampah Desa melalui penyediaan alat pencacah. Keberhasilan program ini didokumentasikan melalui media massa elektronik dan platform video sebagai sarana edukasi publik. Simpulan dari kegiatan ini adalah penerapan teknologi tepat guna yang dibarengi dengan pendekatan partisipatif mampu mendorong kemandirian desa dalam pengelolaan lingkungan. Disarankan agar pemerintah desa terus mendampingi keberlanjutan operasional bank sampah dan memperluas jaringan kemitraan pemasaran produk daur ulang.