Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tinjauan Sosiologi Hukum Terhadap Praktik Jual Beli Beras Campuran Husnul Hidayati
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Desember 2023
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik jual beli yang dilakukan oleh masyarakat Desa Sepit khususnya para pedagang beras melakukan pencampuran beras antara beras berkualitas bagus dengan beras yang berkualitas rendah. Para pembeli sebelumnya akan diperlihatkan kondisi beras yang akan mereka beli namun mereka tidak akan dijelaskan oleh para pedagang bahwa sebelumnya terdapat pencampuran beras. Diketahui perbuatan seperti ini merupakan suatu kebiasaan yang terjadi sejak lama di setiap penggilingan padi yang ada di Desa sepit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik jual beli beras campuran di Desa Sepit dengan tinjauan sosiologi hukum islam terkait dengan praktik jual beli beras campuran tersebut. jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan strategi penelitian lapangan, sumber data yang digunakan yaitu primer yang diperoleh langsung dari responden dan sumber data yang kedua yaitu sekunder yaitu melalui kajian literatur. Hasil penelitian yang diperoleh oleh peneliti yaitu bahwa praktik pencampuran beras yang terjadi di masyarakat desa Sepit kecamatan keruak lombok timur merupakan praktik yang dilakukan dengan cara mencampurkan beras yang berkualitas rendah seperti beras yang berwarna kecoklatan, kekuningan atau kemerahan, bentuk beras yang kurang sempurna dan rasa yang kurang enak. Proses percampuran beras ini tidak dilakukan setiap hari melainkan pada saat penjual mendapatkan beras yang kurang berkualitas saja. Dari segi tinjauan sosiologi hukum islam praktek pencampuran ini merupakan tindakan yang dilakukan oleh masyarakat yang terjadi karena sebuah kebiasaan sejak lama dan dilatarbelakangi agar beras yang kualitas rendah bisa laku terjual dan tidak ada beras yang mubazir karena tidak laku terjual. Namun hal tersebut tidak dipermasalahkan oleh para pembeli.
Transformasi Zakat melalui Aplikasi Digtal: Upaya Membangun Literasi Keuangan Syariah di Era 5.0 Suharti Suharti; Husnul Hidayati; Abdul Malik; Bahtiar Bahtiar
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi transformasi zakat melalui aplikasi digital dalam membangun literasi keuangan syariah di era Society 5.0, sekaligus mengidentifikasi hambatan dan peluang implementasinya di tingkat masyarakat dan lembaga zakat. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana pemanfaatan teknologi digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana transaksi, tetapi juga sebagai medium edukatif yang membentuk pemahaman, sikap, dan perilaku keuangan umat Islam sesuai dengan prinsip syariah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap praktik pengelolaan zakat berbasis aplikasi, wawancara mendalam dengan pengelola lembaga zakat dan pengguna aplikasi zakat digital, serta dokumentasi terkait sistem, fitur, dan laporan pengelolaan zakat. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memahami pengalaman subjektif, persepsi, serta dinamika sosial yang muncul dalam proses transformasi zakat digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi zakat digital berkontribusi signifikan dalam meningkatkan transparansi pengelolaan dana, efisiensi penghimpunan dan pendistribusian zakat, serta kesadaran religius muzakki. Namun, efektivitas transformasi tersebut sangat ditentukan oleh tingkat literasi digital dan literasi keuangan syariah pengguna, kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi lembaga zakat, keamanan serta perlindungan data, dan dukungan regulasi yang jelas. Temuan lain menunjukkan bahwa keberadaan fitur edukatif dalam aplikasi zakat berperan penting dalam memperluas pemahaman zakat sebagai instrumen keadilan sosial dan pemberdayaan, bukan semata kewajiban finansial. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa transformasi zakat digital akan berjalan optimal apabila disertai penguatan literasi keuangan syariah yang sistemik, inklusif, dan berkelanjutan.