Strok merupakan gangguan neurologis yang dapat menyebabkan berbagai gangguan komunikasi, salah satunya disartria spastis akibat gangguan kontrol motorik pada sistem bicara. Pada kondisi ini, gangguan kontrol motorik juga dapat memengaruhi fungsi respirasi sehingga kemampuan fonasi dan kejelasan bicara menjadi terganggu. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan respirasi adalah Respiration Training. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode Respiration Training dalam meningkatkan kemampuan respirasi pada pasien disartria spastis pascastrok. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan evaluasi sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) terapi. Subjek penelitian adalah seorang perempuan berusia 54 tahun yang didiagnosis mengalami disartria spastis pascastrok. Intervensi menggunakan metode Respiration Training diberikan sebanyak 10 sesi dengan frekuensi dua kali per minggu dan durasi 30 menit pada setiap sesi. Program latihan meliputi latihan kontrol inspirasi dan ekspirasi, pernapasan terkontrol, serta mempertahankan fonasi vokal /a/. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan respirasi, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor dari 1 pada pretest menjadi 6 pada posttest (skor maksimum = 6). Persentase peningkatan mencapai 83,3% dan termasuk dalam kategori berhasil. Berdasarkan temuan tersebut disimpulkan bahwa metode Respiration Training dapat meningkatkan kemampuan respirasi pada pasien disartria spastis pascastrok.