Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH VARIASI SUHU DAN WAKTU HEAT TREATMENT TERHADAP STRUKTUR ALUMUNIUM 1100 DENGAN MEDIA PENDINGIN MINYAK NABATI Deny Nur Setiawan; Bayu Dwi Cahyo; Linda Winiasri
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminium 1100 digunakan sebagai bahan pembuatan berbagai bagian pesawat dikarenakan memiliki ratio, strength serta weight yang relative tinggi. Perbaikan kualitas almagam aluminium 1100 ini bisa dicapai dengan memperlakukan panas (heat treatment). Agas bisa menaikkan kualitas aluminium 1100 tersebut dilakukan proses perlakuan panas (heat treatment), agar menghasilkan aluminium 1100 yang dibutuhkan sebagai bahan pembuatan fuel tank, cowlings, dan oil tank pada pesawat terbang. Pemberian perlakuan panas ini diberikan untuk menghasilkan produk yang sesuai sebagai bahan untuk aplikasi fuel tank, cowlings, dan oil tank pada pesawat. Perlakuan panas ini terdiri dari proses, solution treatment, quenching dan natural aging. Benda uji atau specimen diperlakukan panas atau heat treatment dengan suhu 100˚C, 200˚C & 300˚C serta waktu tahan selama 30 menit, 50 menit, dan 100 menit. Setelah itu benda uji diberi perlakuan quenching menggunakan media minyak nabati. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan sifat mekanik benda uji sebelum diperlakukan aging dan sesudah diperlakukan aging. Proses pengujian pada penelitian ini menggunakan pengujian kekerasan vickers, dan pengujian foto struktur mikro. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa pemberian perlakuan heat treatment serta quenching pada aluminium 1100, diperoleh nilai kekerasan tertinggi pada suhu 200oC dengan waktu tahan 100 menit sebesar 44,80 HV.
Strategi Pengendalian Hambatan Approach Surface Runway 27 untuk Kesiapan Cat II di Bandar Udara Ngurah Rai Deny Nur Setiawan; I Wayan Dikse Pancane; I Nyoman gede Adrama; Agus Putu Abiyasa
JURAL RISET RUMPUN ILMU TEKNIK Vol. 5 No. 2 (2026): : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurritek.v5i2.8729

Abstract

The growth of aviation activities at I Gusti Ngurah Rai International Airport, Bali, has led to the rapid development of surrounding areas, potentially obstructing protected airspace. Obstacles on the approach surface of Runway 27 have become a critical concern, particularly for precision approach Category II (CAT II) operations, which require obstacle-free approach areas. This study aims to analyze obstacles within the approach area of Runway 27 and develop effective control strategies. Using a descriptive qualitative approach, data was collected through field observations, interviews, and documentation studies. The analysis follows the Obstacle Limitation Surfaces (OLS) standards according to ICAO and national regulations. The findings reveal obstacles such as mangrove vegetation, antennas, and ship activities in the Benoa Harbor area, which are located within the approach surface and could potentially impact the OLS limits. While these obstacles generally comply with existing regulations, their proximity to the threshold may reduce the safety margin of flight operations and limit CAT II implementation on Runway 27. This study proposes technical, operational, regulatory, and preventive strategies to improve obstacle control, enhancing aviation safety and ensuring the readiness for CAT II operations at the airport.