M. Ihsan Dacholfany
Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Metro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalisasi Nilai Toleransi Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Sumberejo Tanggamus Arum Nur Afifah; Iswati; M. Ihsan Dacholfany
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v9i2.1789

Abstract

Nilai toleransi merupakan nilai yang sangat penting yang harus di internalisasikan di sekolah. Nilai toleransi yaitu nilai yang masuk ke dalam nilai karakter yang harus ada dalam diri peserta didik menurut Kemendiknas (Kemendikbud). Keberagaman suku, agama dan ras ada kalanya berpotensi menyebabkan beberapa permasalahan tertentu khususnya dalam bidang pendidikan. Untuk itu lembaga pendidikan memiliki tugas penting dalam menginternalisasikan nilai toleransi di sekolah salah satunya di SMP Negeri 1 Sumberejo Tanggamus.Tujuan penelitian ini yaitu, Untuk mengetahui internalisasi nilai toleransi melalui pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Sumberejo Tanggamus seta faktor pendukung dan faktor penghambatnya Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan fenomenologi. Hasil penelitian ini yaitu siswa menerapkan nilai toleransi dengan cukup baik di sekolah seperti sikap saling menghargai, memahami, menghormati, tidak mencela dan tidak membeda-bedakan agama dan suku. Hal ini di dorong dengan upaya sekolah dengan memberikan program kegiatan yang semua siswa ikut dalam kegiatan tersebut tanpa di beda-bedakan. Keberhasilan juga di capai guru pendidikan agama Islam dengan menginternalisasikan nilai toleransi di kelas dalam proses belajar mengajar menggunakan metode pendekatan kognitif, pengkondisian, pembiasaan, dan keteladanan. Faktor pendukung dari sekolah seperti fasilitas yang memadai. Dan pihak sekolah mampu mengikuti dan menjalankan internalisasi nilai toleransi dengan baik. Faktor penghambat kurang tersedianya tenaga pengajar agama untuk setiap siswa.
Internalisasi Nilai Toleransi Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Sumberejo Tanggamus Arum Nur Afifah; Iswati; M. Ihsan Dacholfany
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM AL I’TIBAR Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan Islam: Al I'tibar
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/jpia.v9i2.1789

Abstract

Nilai toleransi merupakan nilai yang sangat penting yang harus di internalisasikan di sekolah. Nilai toleransi yaitu nilai yang masuk ke dalam nilai karakter yang harus ada dalam diri peserta didik menurut Kemendiknas (Kemendikbud). Keberagaman suku, agama dan ras ada kalanya berpotensi menyebabkan beberapa permasalahan tertentu khususnya dalam bidang pendidikan. Untuk itu lembaga pendidikan memiliki tugas penting dalam menginternalisasikan nilai toleransi di sekolah salah satunya di SMP Negeri 1 Sumberejo Tanggamus.Tujuan penelitian ini yaitu, Untuk mengetahui internalisasi nilai toleransi melalui pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Sumberejo Tanggamus seta faktor pendukung dan faktor penghambatnya Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan fenomenologi. Hasil penelitian ini yaitu siswa menerapkan nilai toleransi dengan cukup baik di sekolah seperti sikap saling menghargai, memahami, menghormati, tidak mencela dan tidak membeda-bedakan agama dan suku. Hal ini di dorong dengan upaya sekolah dengan memberikan program kegiatan yang semua siswa ikut dalam kegiatan tersebut tanpa di beda-bedakan. Keberhasilan juga di capai guru pendidikan agama Islam dengan menginternalisasikan nilai toleransi di kelas dalam proses belajar mengajar menggunakan metode pendekatan kognitif, pengkondisian, pembiasaan, dan keteladanan. Faktor pendukung dari sekolah seperti fasilitas yang memadai. Dan pihak sekolah mampu mengikuti dan menjalankan internalisasi nilai toleransi dengan baik. Faktor penghambat kurang tersedianya tenaga pengajar agama untuk setiap siswa.