Diana Rachmawati
Department of Aquaculture, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275|Universitas Diponegoro

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh metionin dosis berbeda pada pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) Rahayu Rohchimawati; Diana Rachmawati; Rosa Amalia
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 6, No 2 (2022): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v6i2.13753

Abstract

Ikan lele sangkuriang merupakan ikan ekonomis penting yang mempunyai potensi untuk dikembangkan. Metionin merupakan asam amino esensial yang mengandung sulfur digunakan sebagai prekursor kartinin dan protein sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan berkaitan dengan respon pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval dosis optimal penambahan metionin pada pakan buatan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan lele sangkuriang (C. gariepinus). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 14 Juni - 23 Agustus 2021 di Hatchery Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (PBIAT) Ngrajek, Magelang. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan lele sangkuriang ukuran panjang (4,98+0,03)cm/ekor dan berat (1,55+0,08)g/ekor. Metode yang digunakan adalah eksperimen, Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan masing-masing 3 ulangan dengan interval dosis metionin yang berbeda, perlakuan A (0%); B (0,18%); C(0,36%,) dan D (0,54%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penambahan metionin pada pakan buatan dengan interval dosis yang berbeda pada benih ikan lele sangkuriang berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap PER dan SGR, serta tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap SR. Dosis optimal penambahan metionin pada pakan buatan benih ikan lele sangkuriang (C. gariepinus) adalah  0,40-0,41%/kg pakan yang menghasilkan PER (1,76%) dan SGR (2,37%/hari).
Pengaruh triptofan dalam pakan buatan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan dan performa pertumbuhan benih lele sangkuriang (Clarias gariepinus) Auliafi Brilian Agustiana; Diana Rachmawati; Vivi Endar Herawati
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 6, No 2 (2022): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v6i2.13903

Abstract

Lele sangkuriang (Clarias gariepinus) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang banyak dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Permasalahan pada budidaya lele sangkuriang salah satunya adalah efisiensi pemanfaatan pakan yang belum maksimal. Triptofan merupakan asam amino esensial yang berfungsi sebagai precursor serotonin yang dapat mengatur asupan pakan, adanya serotonin dalam otak akan menimbukan perasaan tenang dan senang sehingga napsu makan meningkat, selain itu triptofan juga membantu meningkatkan aktivitas enzim pencernaan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh triptofan dalam pakan buatan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan dan pertumbuhan lele sangkuriang dan dosis optimum triptofan. Penelitian ini dilaksanakan selama 42 hari yaitu pada bulan Juni 2021 - Agustus 2021 bertempat di Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar Ngrajek, Magelang. Ikan uji yang digunakan adalah benih lele sangkuriang dengan bobot rata-rata 1,95±0,08 g/ekor. Pakan uji yang digunakan berupa pakan komersil dengan kandungan protein 31%. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah Tingkat Konsumsi Pakan (TKP), Efisiensi Pemanfaatan Pakan (EPP), Rasio Efisiensi Protein (PER), Laju Pertumbuhan Relatif (RGR), Rasio Konversi Pakan (FCR), Kelulushidupan (SR), dan kualitas air.  Metode yang digunakan adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan A, B, C, D, E, dan F masing-masing adalah (0; 0,85; 1,7; 2,55; 3,4; dan 4,25) g/kg pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan triptofan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap TKP, EPP, PER, RGR, dan FCR tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap SR. Dosis optimum penambahan triptofan pada pakan buatan untuk lele sangkuriang adalah 3,6; 3,03; 2,94; 2,98; dan 3,05 g/kg pakan yang menghasilkan TKP, EPP, PER, RGR, dan FCR maksimal sebesar 136,29g; 67,55%; 1,92%; 5,13%/ hari; dan 1,48.
Pengaruh asam amino lisin pada pakan buatan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan baung (Mystus nemurus) Muhammad Ari Kusuma; Diana Rachmawati; Sarjito Sarjito
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 6, No 2 (2022): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v6i2.14144

Abstract

Ikan baung (Mystus nemurus) merupakan salah satu ikan air tawar ekonomis penting. Budidaya ikan baung masih memiliki kendala berupa tingkat pertumbuhan lambat yang mana dapat memakan waktu hingga 1 tahun untuk mencapai ukuran yang dapat dipasarkan. Salah satu cara dalam meningkatkan pertumbuhan ikan baung yakni dengan meningkatkan kualitas pakan yang tersedia melalui penambahan lisin pada pakan. Lisin berperan dalam pembentukan kartnitin yang merupakan senyawa pembawa asam lemak rantai panjang Meningkatnya metabolisme asam lemak rantai panjang ketersediaan energi non protein semakin tinggi dan energi dari protein digunakan secara optimal untuk pertumbuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan dosis optimum pada penambahan lisin pada pakan buatan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan dan kelulushidupan ikan baung (M. nemurus). Ikan baung (M. nemurus) yang digunakan dalam penelitian memiliki bobot rata-rata  43,6±4,62g. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Perbenihan Ikan Air Tawar Ngrajek, Magelang, Jawa Tengah pada bulan Juni - Agustus 2021. Ikan uji yang digunakan adalah ikan baung dengan bobot rata-rata  43,6±4,62g/ekor. Pemberian pakan dilakukan dengan metode at satiation. Kualitas air dalam media pemeliharaan ikan baung selama penelitian telah memenuhi syarat kelayakan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah perlakuan A, B, C, dan D masing-masing dengan penambahan lisin sebesar 0%, 0,6%, 1,2%, dan 1,8%/kg pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lisin berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap RGR,TKP, EPP, PER, dan FCR namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan. Dosis optimum dari penambahan lisin adalah 1,05%; 1,09%; 1,14%; 1,13% dan 1,17%/kg pakan mampu menghasilkan RGR (2,87%/hari), TKP (881,59g), EPP (80,39%), PER (1,97%) dan FCR (1,63).Kata kunci : ikan baung, lisin, pertumbuhan