Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KONFORMITAS TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF GENERASI MILENIAL Dara Ayu Nova Dezianti; Fina Hidayati
Journal of Psychological Science and Profession Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Psikologi Sains dan Profesi (Journal of Psychological Science and Profess
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.974 KB) | DOI: 10.24198/jpsp.v5i2.28913

Abstract

Saat ini, generasi milenial menjadi topik perbincangan oleh banyak pihak. Hal tersebut terjadi karena bonus demografi 2020 menunjukkan bahwa generasi milenial menempati kedudukan tinggi pada berbagai elemen pekerjaan. Generasi milenial yang akrab dengan kecanggihan teknologi diprediksi memiliki karakteristik kreatif, produktif, dan konsumtif. Namun, kecanggihan teknologi mampu menumbuhkan perilaku konsumtif, khususnya pada usia mahasiswa. Kecanggihan teknologi membuat transaksi menjadi mudah. Teman merupakan salah satu faktor yang berpengaruh pada konsumsi seorang mahasiswa. Dorongan rasa kebersamaan atau perasaan ingin menjaga gengsi di depan teman membuat mahasiswa melakukan berbagai cara agar tetap memiliki eksistensi, salah satunya adalah melakukan konformitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konformitas terhadap perilaku konsumtif generasi milenial. Sampel pada penelitian ini berjumlah 362 mahasiswa (127 laki-laki dan 235 perempuan). Penelitian menggunakan metode analisis regresi linier sederhana dengan analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat konformitas generasi milenial paling banyak berada pada kategori sedang, yaitu dengan persentase 74,3%. Adapun pada pengukuran tingkat perilaku konsumtif, mayoritas generasi milenial berada pada kategori sedang dengan persentase 55,5% dari total responden secara keseluruhan. Nilai signifikansi pada penelitian ini adalah 0,044 (sig< 0,050) artinya terdapat signifikansi positif antara konformitas dengan perilaku konsumtif. Dapat disimpulkan bahwa keinginan untuk sepadan dan sesuai dengan norma sosial serta takut dengan penolakan sering kali membuat seseorang membeli tanpa pertimbangan dan hanya mengutamakan keinginan dan kesenangan semata dibandingkan untuk memenuhi kebutuhan. Adapun analisis tambahan mengenai perbedaan pada jenis kelamin yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan.  
PENGARUH INTENSITAS SCREENTIME DAN KUALITAS KONTEN TERHADAP PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI (3–6 TAHUN) Arsyla Ma’rifatul Aida Akbar; Nurul Shofiah; Fina Hidayati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Completed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.64967

Abstract

The increasing use of digital media among young children has raised concerns regarding its relationship with language development. This study aimed to analyze the effects of screen time intensity and content quality on the language development of children aged 3–6 years. A quantitative approach with a regression design was employed. The participants were 212 parents or caregivers of children aged 3–6 years who were selected using purposive sampling. Data were collected through an online questionnaire measuring screen time intensity, content quality, and children's language development. The data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of IBM SPSS Statistics. The results showed that screen time intensity significantly affected children's language development (β = 0.148; p = 0.014). Content quality also had a significant effect on language development, with a larger standardized coefficient (β = 0.490; p < 0.001). Simultaneously, screen time intensity and content quality significantly affected children's language development (F = 43.782; p < 0.001). The R² value of 0.295 indicated that the two variables jointly explained 29.5% of the variance in children's language development, while the remaining 70.5% was explained by other factors outside the research model. These findings indicate that children's language development is associated not only with the intensity of digital media use but also with the quality of the content accessed. Content quality showed a relatively greater contribution than screen time intensity, indicating the importance of selecting age-appropriate content that supports children's developmental needs when using digital media.
Efektivitas Art Therapy Berbasis Nilai-Nilai Religiusitas Islam dalam Meningkatkan Psychological well-being pada Remaja SMP dengan Kecenderungan Problem Emosi Fina Salsabila; Nur Kholifah; Yulia Sholichatun; Iin Tri Rahayu; Fina Hidayati
Nathiqiyyah Vol. 9 No. 2 (2026): Nathiqiyyah : Jurnal Psikologi Islam
Publisher : Program Studi Psikologi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/mh3grd86

Abstract

         Abstract Low psychological well-being among junior high school adolescents with emotional problems is a significant issue because it can impact academic performance, social relationships, and mental health. This study aims to examine the effectiveness of art therapy based on Islamic religious values in improving psychological well-being among junior high school adolescents in a pesantren setting. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental pretest-posttest control group design. The study sample consisted of 40 students aged 12–15 years who exhibited tendencies toward emotional problems and were divided into an experimental group (n = 20) and a control group (n = 20). The experimental group received an intervention consisting of six sessions that integrated visual art activities with Islamic spiritual values, while the control group received no special treatment. Measurements were taken using the Psychological well-being Scale based on Ryff’s theory. Results from an independent samples t-test analysis indicated a significant difference between the experimental and control groups in posttest scores (p = 0.000), with a mean difference of 5.300. Analysis of score improvements also revealed a significant difference (p = 0.000), with a mean difference of 6.650. These findings indicate that Art Therapy based on Islamic religious values is effective in improving the psychological well-being of junior high school adolescents with emotional problems. This intervention has the potential to serve as a contextual and preventive alternative to guidance and counseling services in pesantren-based school environments. Keywords: Art Therapy, Psychological well-being, Emotional Problems, Islamic Religiosity, Junior High School Adolescents. Abstrak Rendahnya psychological well-being pada remaja SMP dengan kecenderungan problem emosi menjadi isu penting karena dapat berdampak pada fungsi akademik, hubungan sosial, dan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas Art Therapy berbasis nilai-nilai religiusitas Islam dalam meningkatkan psychological well-being pada remaja SMP di lingkungan pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental pretest-posttest control group design. Subjek penelitian berjumlah 40 siswa berusia 12–15 tahun yang memiliki kecenderungan problem emosi dan dibagi ke dalam kelompok eksperimen (n=20) dan kelompok kontrol (n=20). Kelompok eksperimen memperoleh intervensi selama enam sesi yang mengintegrasikan aktivitas seni visual dengan nilai-nilai spiritual Islam, sedangkan kelompok kontrol tidak memperoleh perlakuan khusus. Pengukuran dilakukan menggunakan Skala Psychological well-being berdasarkan teori Ryff. Hasil analisis independent sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada skor posttest (p = 0,000) dengan mean difference sebesar 5,300. Analisis peningkatan skor juga menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,000) dengan mean difference sebesar 6,650. Temuan ini menunjukkan bahwa Art Therapy berbasis nilai-nilai religiusitas Islam efektif dalam meningkatkan psychological well-being remaja SMP dengan kecenderungan problem emosi. Intervensi ini berpotensi menjadi alternatif layanan bimbingan dan konseling yang kontekstual dan preventif di lingkungan sekolah berbasis pesantren. Kata Kunci: Art Therapy, Psychological well-being, Problem Emosi, Religiusitas Islam, Remaja SMP.