Wayan Westa
Bagian/SMF Psikiatri RSUP Sanglah Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Kecemasan Antara Mahasiswa Kedokteran dari Universitas Udayana dan Implikasinya Pada Hasil Ujian Mirulalini Thinagar; Wayan Westa
Intisari Sains Medis Vol. 8 No. 3 (2017): (Available online: 1 December 2017)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.09 KB) | DOI: 10.15562/ism.v8i3.122

Abstract

Kecemasan merupakan masalah yang sering dihadapi individu di seluruh dunia. Namun kelompok yang menjalani pendidikan tinggi cenderung lebih rentan mengalami kecemasan karena stress yang dihadapi untuk menyelesaikan tugas tepat waktu. Kecemasan merupakan suatu proses yang normal namun akan menjadi masalah ketika kecemasan tersebut mengganggu kehidupan sehari-hari. Hal ini  harus segera diatasi karena dapat menyebabkan berbagai efek seperti menurunnya konsentrasi mahasiswa dalam proses pendidikan, hal ini juga berkaitan dengan pencapaian prestasi belajar yang rendah yang kemudian dapat memicu terjadinya depresi.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang berumur antara 20-22 tahun. Kuesioner GAD-7 digunakan untuk menilai adanya kecemasan pada mahasiswa. Dari 130 orang responden, didapatkan 76,9% mahasiwa mengalami kecemasan sedang dan 23,1% mengalami kecemasan ringan. Tidak ada mahasiwa dengan kecemasan berat. Proporsi kecemasan ringan lebih tinggi dibanding kecemasan sedang pada kelompok yang lulus ujian (92% dan 8%), sementara proporsi kecemasan ringan lebih rendah dibanding kecemasan sedang pada kelompok yang gagal dalam ujian (6,7% dan 93,3%). Hal ini menujukkan bahwa kecemasan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi hasil ujian. 
Tingkat depresi dalam kalangan mahasiswa kedokteran semester VII Universitas Udayana dan keterlibatan mereka dalam kegiatan fisik Surain Raaj Thanga Thurai; Wayan Westa
Intisari Sains Medis Vol. 8 No. 2 (2017): (Available online: 1 August 2017)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.223 KB) | DOI: 10.15562/ism.v8i2.131

Abstract

Depresi adalah perasaan tidak mampu, sedih yang menyebabkan kualitas hidup yang buruk. Seseorang tidak dapat memberikan upaya maksimal mereka jika menghadapi depresi. Keterlibatan dalam aktivitas fisik telah terbukti secara drastis mengurangi depresi .Hal ini menjadikan penting untuk membuktikan bahwa siswa yang terlibat dalam aktivitas fisik benar-benar dapat meningkatkan suasana hati mereka sehingga mereka tidak mengalami depresi. Ini secara otomatis akan meningkatkan kualitas hidup mereka dan akan lebih mampu dalam mencapai tujuan mereka. Penelitian deskriptif observasional ini dilakukan untuk mempelajari hubungan antara tingkat depresi dan keterlibatan mereka dalam aktivitas fisik. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai responden menggunakan Pasien Health Questioner (PHQ9) untuk menilai depresi dan Internasional Physical Activity Questionnaire (IPAQ) untuk menilai aktivitas fisik. Dari 132 responden, mereka yang tidak depresi 102 siswa , depresi ringan adalah 19 siswa dan depresi sedang adalah 11 siswa . Hal ini dapat dilihat bahwa mereka yang secara aktif terlibat dalam aktivitas fisik yang berarti dalam kategori sedang dan tinggi, tidak memiliki depresi .Sebagai kesimpulan, siswa harus menjaga diri sibuk dengan aktivitas fisik untuk memastikan mereka tidak memiliki depresi yang kemudian dapat mengganggu kinerja mereka . Siswa harus membagi dan mengatur waktu mereka dengan menyelipkan aktivitas olahraga untuk mencegah depresi.