Andre Dominggus Sugiarto
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, RSUD Waikabubak, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran anemia pada kehamilan trimester III di bagian obstetri dan ginekologi RSUD Waikabubak, Nusa Tenggara Timur periode 2019–2020 Edwin Aryanto; Andre Dominggus Sugiarto; Putu Heri Darmawan; Ni Putu Yuni Anggreni Pande
Intisari Sains Medis Vol. 12 No. 2 (2021): (Available Online: 1 August 2021)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.902 KB) | DOI: 10.15562/ism.v12i2.1010

Abstract

Background: Anemia is still a global public health problem. It is estimated that one third of women of childbearing age suffer from anemia and more than 40% of pregnant women suffer from anemia worldwide. Anemia in pregnancy can cause complications that affect both the mother and the fetus. This study aims to determine the description of anemia in the third trimester of pregnancy in the Obstetrics-Gynecology section of the Waikabubak Hospital during the 2019-2020 period.Methods: A descriptive cross-sectional study on 355 pregnant women in the third trimester with anemia was conducted in the Obstetrics and Gynecology Section of Waikabubak Hospital for the period 1 July 2019 – 30 June 2020, who met the inclusion and exclusion criteria. Data were taken from the patient's medical record such as maternal age, gestational age, hemoglobin (Hb) level, erythrocyte index and pregnancy outcome. Data were analyzed with SPSS version 25 for Windows.Results: The results of the examination of hemoglobin (Hb) levels showed that 49.58% of pregnant women in the third trimester at Waikabubak Hospital suffered from anemia. Based on the majority of respondents aged 20-35 years (76.62%), term (72.96%), moderate anemia (54.37%), microcytic hypochromic anemia (63.10%), and had an Appropriate for gestational Age (AGA) (83.98%) in pregnancy outcomes.Conclusion: The third trimester pregnant women with anemia in Waikabubak Hospital mostly suffered at the age of 20-35 years, at term gestational age, with moderate degree of anemia, the most common type was microcytic hypochromic and with AGA pregnancy outcomes.  Latar Belakang: Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global. Diperkirakan sepertiga wanita usia subur menderita anemia dan lebih dari 40% ibu hamil menderita anemia diseluruh dunia. Anemia dalam kehamilan dapat menyebabkan komplikasi yang berdampak pada ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran anemia pada kehamilan trimester III di bagian Obstetri–Ginekologi RSUD Waikabubak selama periode 2019-2020.Metode: Penelitian deskriptif potong lintang pada 355 ibu hamil trimester III dengan anemia dilakukan pada Bagian Obstetri – Ginekologi RSUD Waikabubak periode 1 Juli 2019 – 30 Juni 2020, yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang diambil dari rekam medis pasien adalah usia ibu, usia kehamilan, kadar hemoglobin (Hb), indeks eritrosit dan luaran kehamilan. Data dianalisis dengan SPSS versi 25 untuk Windows.Hasil: Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) didapatkan 49,58% ibu hamil trimester III di RSUD Waikabubak menderita anemia. Berdasarkan usia, sebagian besar responden  berusia 20-35 tahun (76,62%), aterm (72,96%), anemia sedang (54,37%), anemia hipokrom mikrositer (63,10%), dan memiliki luaran kehamilan Sedang Masa Kehamilan (SMK) (83,98%).Simpulan: Ibu hamil trimester III dengan anemia di RSUD Waikabubak paling banyak diderita pada usia 20–35 tahun, pada usia kehamilan aterm, dengan derajat anemia sedang, tipe tersering hipokrom mikrositer dan dengan luaran kehamilan SMK.