Ramadhan Noor Alfiani
ITKES WIYATA HUSADA SAMARINDA

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH REMAJA: The Relationship of Self-Control with Adolescent Premarital Sexual Behavior Desy Ayu Wardani; Ramadhan Noor Alfiani
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 8 No. 4 (2022): JIKep | Oktober 2022
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.544 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v8i4.1229

Abstract

Pendahuluan: Seks pranikah pada remaja merupakan permasalahan yang serius dan perlu segera ditangani sehingga generasi muda kita dapat terhindar dari resiko terkena penyakit menular seksual atau kehamilan yang tidak diinginkan. Perilaku seksual pranikah dapat digolongkan sebagai kenakalan remaja sebagai akibat gagalnya sistem kontrol diri terhadap pengaruh dari luar. Keterkaitan antara kontrol diri dengan perilaku seksual pranikah pada remaja memperlihatkan bahwa kemampuan mengendalikan diri berperan penting dalam menekan perilaku seksual. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kontrol diri dengan perilaku seksual pranikah remaja. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif analitik, dan menggunakan pendekatan cross sectional, jumlah populasi sebanyak 468 siswa dan jumlah sempel sebanyak 218 respondenyang dipilih dengan menggunakan teknik Systematic Random Sampling. Penelitian ini menggunakan uji pearson chi-square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan Ha diterima dan H0 ditolak. Adanya hubungan antara kontrol diri dengan perilaku seksual remaja dengan nilai p value sebesar 0,000 yang artinya < ? 0,05. Kesimpulan : Hubungan antara kontrol diri dengan perilaku seksual pada remaja ini memperlihatkan besarnya peranan kontrol diri pada remaja hal ini di pengaruhi oleh pola asuh orang tua yang baik. Diskusi: Orang tuan dan guru harus terus memberikan dukungan sosial untuk dalam membina kontrol diri serta pemberian edukasi seksual untuk remaja sehingga dapat menghindari resiko – resiko yang akan berdampak pada psikologis, fisik maupun sosial dan terbentuknya PIK-R di sekolah.