Abstrak Seiring dengan meningkatnya jumlah penyakit akibat radikal bebas dan infeksi bakteri yang terjadi di negara berkembang sebagai penyebab salah satu masalah kematian di Indonesia. Tumbuhan asli Indonesia bernama daun Tehtehan memiliki potensi sebagai tanaman obat telah digunakan sebagai sebagai antibakteri pada tahap ekstrak. Isolasi senyawa aktif perlu dilakukan untuk mengidentifikasi struktur dan aktivitasnya sehingga dapat dilakukan penentuan dosis. Isolasi senyawa aktif dilakukan dengan menggunakan metode kromatografi lapis tipis dengan fase diam silica gel dan fase gerak methanol:kloroform:heksan (7:2:1). Senyawa murni yang telah didapatkan dikarakterisasi strukturnya dengan menggunakan spektrofotometer UV/Vis dan inframerah, serta spektrometer massa dan resonansi magnetik inti (NMR). Penambatan molekul dilakukan dengan menggunakan program PyRx dan divisualisasikan menggunakan program Discovery Studio. Hasil interpretasi menunjukkan senyawa aktif (E)-3-(1Hindol3yl)1(4methoxyphenyl)-prop-2en-1-one. Senyawa tersebut memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 42,54369 ppm dengan menggunakan metode DPPH. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan adanya aktivitas sedang pada S. aureus dengannilai zona penghambatan 1,6-2 cm. Uji secara in silico menunjukkan bahwa senyawa tersebut mampu berinteraksi dengan baik dengan protein superoxide dismutase (SOD), glutathione peroxidase (GPX), peptidoglycan glycosyltransferase (PGT) dan Dalanyl Dalanine carboxypeptidase (DACA) dengan melakukan penambatan molekul (molecular docking). Kata kunci: daun teh-tehan, isolasi, antioksidan, antibakteri, penambatan molekul