Sigit Purnomo Adi
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Seni Grafis di Indonesia Era 1946 Sigit Purnomo Adi
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada awal kemerdekaan Indonesia, para seniman telah menunjukan corak seni grafis yang dipamerkan dalam rangka perayaan ulang tahun RI yang pertama pada tahun 1946. Mochtar Apin dan Baharudin, keduanya merupakan pelopor seni grafis pada masa itu dengan melakukan kolaborasi mengadakan pameran yang bertemakan kondisi Negara Indonesia. Karya-karyanya kemudian menyebar ke negara-negara lain. Karya-karya yang dipamerkan sebanyak 19 karya. Gaya seninya mencerminkan ekspresionis dengan menunjukan kebebasan seorang seniman. Kemudian pada tahun 1948, Mochtar Apin membawa sebuah perubahan yang belum pernah dilakukan seniman pada tahun sebelumnya yaitu popularitas seni grafis secara konsisten.
Ukiyo-E : Seni Cetak Cukil Kayu Asli Jepang yang Telah Mendunia Sigit Purnomo Adi; Sayid Mataram; Tristan Alfian
SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : SULUH: Jurnal Seni Desain Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ukiyo-e merupakan seni cukil kayu asli Jepang yangmelegenda, menggambarkan kenikmatan hidup sehari-hari.Sampai saat ini tradisi membuat karya cukil kayu (ukiyo-e)masih berlangsung dan sangat dihargai, padahalperkembangan ipteks dewasa ini semakinmengesampingkan nilai-nilai budaya tradisi. Ukiyo-eberasal dari kata ukiyo yang berarti duni adane yang artinyalukisan. Kata ukiyo diambil dari istilah dalam agama Budhayang berarti dunia fana, penderitaan yang fana, kemudianberubah arti menjadi kesukariaan yang fana. Ukiyo-emerupakan seni tradisi khususnya salah satu bagian dariseni grafis yang telah diturunkankan secara turun-temurundan masih terpelihara cukup baik.