Mira Amaliah
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J lantai 2 Jl. S. Parman no.1 Jakarta Barat 11440

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran anamnesis dan tes alergi yang cermat dalam menentukan diagnosis Rinitis Alergi Mira Amaliah
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2526

Abstract

Rinitis alergi adalah penyakit hipersensitifitas yang diperantarai Imunoglobulin-E (IgE) yang ditandai dengan beberapa gejala hidung, seperti bersin-bersin, hidung gatal, hidung berair dan hidung buntu. Anamnesis yang cermat dan pemeriksaan THT disertai tes diagnostik yang sesuai, dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis yang tepat. Pilihan tes diagnostik yang paling sering dipergunakan adalah uji kulit cukit, serum total IgE, serum spesifik IgE, apusan dari sekret hidung, kerokan epitel hidung, dan tes pacuan hidung yang lebih sering digunakan untuk keperluan penelitian.
Prevalensi gangguan pendengaran pada siswa-siswi kelas 4, 5, 6 Sekolah Dasar Negeri Tomang 03 Pagi dan Tomang 05 Pagi, Jakarta Barat, tahun 2014 Junetta Airene; Mira Amaliah
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2529

Abstract

Gangguan pendengaran pada anak usia sekolah dapat mempengaruhi proses penyerapan pelajaran.  Deteksi dini gangguan pendengaran perlu dilakukan pada anak usia sekolah sehingga dapat ditanggulangi lebih awal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi gangguan pendengaran  pada  siswa-siswi  kelas  4,  5,  6  Sekolah  Dasar  Negeri Tomang 03 Pagi dan Tomang 05 Pagi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 41 orang. Subjek penelitian diperiksa dengan menggunakan otoskop dan audiometri nada murni. Dari hasil penelitian ini ditemukan 100% siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri Tomang 03 Pagi dan Tomang 05 Pagi mengalami gangguan pendengaran. Sebagian besar gangguan pendengaran tersebut merupakan bilateral sensorineural hearing loss (95,2%).