Stanislaus Hatta Alinudinputra
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J lantai 2 Jl. S. Parman no.1 Jakarta Barat 11440

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh pemberian sirup emulsi laksatif pada lama perawatan pasien pasca hemoroidektomi Milligan-Morgan Peter Ian Limas; Stanislaus Hatta Alinudinputra
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2532

Abstract

Penggunaan laksatif sering dilakukan pada pasien yang telah menjalani pembedahan untuk hemoroid. Penggunaan laksatif pada pasien-pasien ini  ditujukan untuk memudahkan defekasi dan mempercepat pemulihan pasien. Hal ini didasarkan pada perkiraan bahwa defekasi feses yang keras sesudah operasi hemoroidektomi akan menghasilkan nyeri hebat. Namun demikian, penggunaan laksatif ini berpotensi membuat lama rawat di rumah sakit memanjang. Hal ini dikarenakan bahwa feses yang cair akan menyebabkan ‘soiling”. Keadaan ini sendiri akan menyebabkan luka terkena kotoran secara langsung dan menyebabkan peradangan, nyeri dan penggunaan antibiotika secara berlebihan. Tujuh belas pasien dengan hemoroid grade III diseleksi secara acak menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberikan laksatif sesudah tindakan hemoroidektomi, dan kelompok kedua tidak diberikan laksatif. Pasien dengan pemberian laksatif memperlihatkan lama rawat di rumah sakit selama 4.33±1.061 hari. Kelompok tanpa pemberian laksatif memperlihatkan lama perawatan 3.63±1.581hari. Walaupun terlihat kelompok dengan pemberian laksatif memiliki masa rawat yang lebih lama, namun hasil ini tidaklah bermakna secara statistik. Suatu penelitian lebih lanjut dengan jumlah subyek lebih banyak sebaiknya dilakukan untuk didapatkan sebuah hasil yang secara penelitian bermakna.