Rachel Callista Arianto
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J lantai 2 Jl. S. Parman no.1 Jakarta Barat 11440

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Distribusi status gizi menurut pola makan vegetarian pada orang dewasa di Vihara Maitreya, Jakarta Barat tahun 2014-2015 Rachel Callista Arianto; Marcella Erwina Rumawas
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2533

Abstract

Masalah gizi baik kekurangan maupun kelebihan memiliki dampak buruk terhadap tumbuh kembang manusia. Dewasa ini, pola makan vegetarian di Indonesia mengalami peningkatan yang pesat setiap tahunnya, dan pola makan vegetarian berhubungan dengan status gizi. Desain studi pada penelitian ini adalah cross-sectional dan instrumen penelitian yang digunakan adalah microtoise (alat pengukur tinggi badan), uniscale (alat pengukur berat badan) dan kuesioner. Data yang dikumpulkan berupa tinggi badan, berat badan, pola makan vegetarian, pendapatan, pendidikan, usia, jenis kelamin, penyakit kronis dan aktivitas fisik dari sampel penelitian. Pada 260 responden vegetarian ini, didapatkan rerata usia 34.20 ± 9.28 tahun, 149 (57.3%) responden perempuan dan 111 (42.7%) responden laki-laki, didapatkan distribusi status gizi kurang (underweight) ditemukan sebanyak 23 (8.8%) responden, status gizi cukup 190 (73.1%) responden dan status gizi lebih (overweight) 47 (18.1%) responden. Dari penelitian tersebut juga didapatkan distribusi pola makan vegetarian (jenis/tipe) yaitu vegan 56 (21.5%) responden, ovovegetarian 32 (12.3%) responden, lactovegetarian 19 (7.3%) responden, ovolactovegetarian 144 (55.4%) responden, dan semivegetarian 9 (3.5%) responden. Tidak ditemukan responden yang menganut pola makan pescovegetarian. Dimana setiap kelompok pola makan vegetarian memiliki efek yang berbeda terhadap status gizi. Status gizi kurang paling banyak ditemukan pada kelompok pola makan vegan 7 (12.5%) responden, status gizi cukup paling banyak ditemukan pada kelompok pola makan lactovegetarian 15 (78.9%) responden dan status gizi lebih paling banyak ditemukan pada kelompok pola makan semivegetarian 6 (66.7%) responden.