Stephanie Natalia
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J lantai 2 Jl. S. Parman no.1 Jakarta Barat 11440

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan kebiasaan akses internet dengan status gizi pada remaja (11 – 19 tahun) usia sekolah di Jakarta Barat periode Januari – Desember 2014 Stephanie Natalia; Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2541

Abstract

Jumlah pengguna internet di Indonesia semakin meningkat dari waktu ke waktu. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan akses internet dengan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan akses internet remaja (11 – 19 tahun) dengan status gizinya. Penelitian analitik observasional potong lintang ini dilakukan di beberapa sekolah di Jakarta Barat dengan menggunakan kuesioner, pengukuran berat dan tinggi badan. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive non-random. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact. Didapatkan 318 responden yang terdiri dari 181 laki-laki (56,9%) dan 137 perempuan (43,1%) dengan rerata usia 15,19 ± 1,60 tahun. Sebanyak 124 responden (42,9%) dengan tingkat akses internet tinggi dan 13 responden (44,8%) dengan tingkat akses internet rendah memiliki status gizi tidak normal (obesity, overweight, risiko overweight, wasted, dan severely wasted). Tidak didapatkan hubungan bermakna secara statistik (p-value 0,842) dan epidemiologik (PR 0,957) antara kebiasaan akses internet dengan status gizi pada remaja (11 – 19 tahun) usia sekolah di beberapa sekolah di Jakarta Barat periode Januari – Desember 2014. Saran dari peneliti adalah sebaiknya dikaji juga faktor-faktor lain yang mempengaruhi status gizi (pola makan, jumlah asupan kalori, jenis makanan atau minuman yang dikonsumsi selama mengakses internet, genetik dan kondisi fisik responden).