Tjie Haming Setiadi
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J lantai 2 Jl. S. Parman no.1 Jakarta Barat 11440

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prevalensi gangguan muskuloskeletal pada pekerja konfeksi bagian penjahitan di Kecamatan Pademangan Jakarta Utara periode Januari 2016 Vincent Livandy; Tjie Haming Setiadi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2543

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan yang dapat timbul akibat tidak terselenggaranya upaya keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik. Konfeksi merupakan salah satu industri yang bergerak di sektor usaha informal yang memiliki upaya kesehatan kerja dan kesejahteraan tenaga kerja yang masih terbilang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi gangguan muskuloskeletal pada pekerja konfeksi bagian penjahitan di Kecamatan Pademangan Jakarta Utara periode Januari 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pada pekerja konfeksi yang bekerja di bagian penjahitan di Kecamatan Pademangan Jakarta Utara periode Januari 2016 yang diambil dengan menggunakan non-random judgmental sampling. Dari hasil penelitian terhadap 81 orang pekerja didapatkan bahwa sebanyak 78 (96,3%) orang pekerja memiliki keluhan gangguan muskuloskeletal dalam 12 bulan terakhir, 47 (58%) orang pekerja mengalami gangguan tersebut dalam tujuh hari terakhir dan sebanyak 36 (44,4%) orang pekerja mengeluhkan bahwa gangguan tersebut pernah menghalangi mereka dalam melakukan pekerjaan rumah maupun diluar rumah dalam 12 bulan terakhir, dimana keluhan gangguan muskuloskeletal terbanyak dirasakan pada daerah leher, pinggang dan punggung.
Perbedaan rerata penurunan lemak tubuh terhadap frekuensi angkat beban Wiseley Hong; Tjie Haming Setiadi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2545

Abstract

Kekurangan aktivitas fisik menduduki peringkat keempat sebagai penyebab kematian di seluruh dunia dengan sekitar 5,3 juta dari 57 juta kematian pada tahun 2008. Ketidakseimbangan gizi dan aktivitas adalah penyebab umum terjadinya kelebihan berat badan ataupun obesitas yang merupakan salah satu faktor utama dalam meningkatkan risiko penurunan kesehatan seorang individu. Mengurangi massa lemak tubuh, yang menyebabkan penurunan berat badan, dapat mengurangi risiko penurunan kesehatan. Hal ini dapat dicapai melalui olahraga angkat beban dengan frekuensi yang sesuai sehingga terjadi penurunan massa lemak tubuh.Penelitian dilakukan dengan mengukur massa lemak tubuh dari 27 orang yang baru berlatih angkat beban menggunakan Body weight analzyer sebelum dan sesudah latihan angkat beban selama 3 bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan massa lemak tubuh setelah melakukan latihan angkat beban selama 3 bulan (p=0,026). Frekuensi latihan 3-4x/minggu (3,18 kg) memberikan hasil penurunan massa lemak yang lebih besar dibandingkan frekuensi latihan 1-2x/minggu (-0,25 kg).Dapat disimpulkan bahwa latihan angkat beban memiliki efek yang signifikan terhadap penurunan massa lemak tubuh dan frekuensi angkat beban yang sesuai pada orang yang baru mulai latihan angkat beban untuk penurunan massa lemak tubuh adalah rutin sebanyak tiga sampai empat kali per minggu.