Idawati Karjadidjaja
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan antara obesitas sentral dengan kejadian dislipidemia pada karyawan Universitas Tarumanagara pengunjung poliklinik Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara November 2016 - April 2017 Kartika Sutanto; Idawati Karjadidjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3836

Abstract

Dislipidemia adalah salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskuler dan serebrovaskular yang sangat penting, sehingga deteksi dini dislipidemia juga menjadi sangat penting. Sejak lama obesitas sudah dikaitkan dengan dislipidemia, terutama obesitas sentral. Masalah dari penelitian ini adalah mencari apakah ada hubungan obesitas sentral dengan kejadian dislipidemia pada karyawan Universitas Tarumanagara pengunjung Poliklinik Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara periode November 2016 - April 2017, sehingga hasil pengukuran lingkar pinggang nantinya bisa dipakai untuk memprediksi kejadian dislipidemia. Metode penelitian menggunakan pendekatan analitik observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Sampel didapatkan menggunakan metode non-random consecutive sampling. Data yang diperoleh diuji statistik dengan uji chi-square menggunakan program SPSS 22. Hasilnya didapatkan 68 responden, terdiri dari 31 (45,64%) laki-laki dan 37 (54,4%) perempuan. Obesitas sentral didapatkan pada 45 responden, 20 (44,4 %) responden laki-laki dan 25 (55,6 %) responden perempuan. Dislipidemia didapatkan pada 45 responden, 22 (48,9 %) responden laki-laki dan 23 (51,1%) responden perempuan. Dari uji statistik didapatkan hubungan bermakna antara obesitas sentral dengan dislipidemia (p = 0,023 dan PR = 1,580).
Hubungan antara obesitas dengan kejadian hiperurisemia pada karyawan di Universitas Tarumanagara periode Januari - Juli 2017 Dewi Sri Fitriani; Idawati Karjadidjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5847

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah status gizi yang prevalensinya mengalami peningkatan setiap tahunnya. Obesitas terjadi karena peningkatan akumulasi jaringan lemak di tubuh. Terdapat berbagai macam cara untuk menentukan status gizi, sebagai contoh yaitu mengukut Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Pinggang. Hiperurisemia merupakan suatu keadaan dimana terjadinya peningkatan kadar asam urat darah lebih dari normal. Kadar normalnya untuk laki-laki adalah ?7mg/dL dan untuk perempuan ?6 mg/dL. Hiperurisemia bisa menyebabkan terjadinya penyakit gout. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara obesitas dan hiperurisemia pada karyawan di Universitas Tarumanagara yang telah melakukan pemeriksaan laboratorium sebelumnya. Penelitian ini dilakukan pada Januari 2017- Juli 27 dengan jumlah subyek penelitian sebesar 60 orang, terdiri dari 32 orang laki-laki dan 28 orang perempuan. Penelitian ini merupakan studi cross sectional dan pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Dengan uji menggunakan tes chi square didapatkan tidak ada hubungan bermakna antara kadar asam urat dengan status gizi berdasarkan lingkar pinggang dimana p value =0,756 atau p>0,05. Selain itu, hasil penelitian antara hubungan kadar asam urat dengan status gizi berdasarkan IMT kriteria WHO Asia Pasifik didapatkan p=0,264 atau p>0,05 sehingga tidak ada hubungan bermakna.
Hubungan overweight dan obesitas terhadap hipertensi pada pengemudi bus antar kota PT GM Jakarta Claudya Angelin Te'ne; Idawati Karjadidjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7831

Abstract

Pengemudi bus merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami obesitas. Tingginya prevalensi obesitas pada pengemudi bus disebabkan oleh beberapa faktor seperti tingginya asupan makanan tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup. Obesitas merupakan salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya hipertensi. Hipertensi merupakan penyakit kronik tanpa gejala yang dapat menjadi faktor resiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara overweight dan obesitas terhadap kejadian hipertensi pada obesitas bus antar kota. Studi ini merupakan studi analitik dengan metode potong lintang. Pengambilan 166 sampel menggunakan consecutive non random sampling, dengan mengukur berat badan dan tinggi badan untuk memperoleh nilai IMT, lingkar pinggang serta tekanan darah. Sebanyak 25 (15%) responden menderita hipertensi, 87 (52.4%) responden dengan obesitas dan 92 (55.4%) responden dengan obesitas sentral. Hasil studi ini tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara overweight dan obesitas dengan hipertensi (p value 0.28). Tetapi secara epidemiologi, didapatkan orang dengan IMT overweight atau obesitas memiliki risiko menderita hipertensi sebesar 1,636 kali lebih besar dibandingkan orang dengan IMT normal. Selain itu, juga tidak terdapat hubungan antara obesitas sentral dengan hipertensi, (p value 0.69 ; PR 0.82).
Hubungan antara asupan serat dan cairan dengan konstipasi pada pengemudi bus PT GM Jakarta Juli 2018 Irwan Surya Angkasa; Idawati Karjadidjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7842

Abstract

Bertambahnya restoran-restoran cepat saji yang kurang dalam menyediakan menu sayur akan berdampak terhadap kesehatan. Salah satunya adalah konstipasi yang terjadi akibat kurangnya asupan serat dan cairan dalam pola makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara asupan serat dan cairan dengan prevalensi konstipasi khususnya pada pengemudi. bus. Penelitian analitik potong lintang ini terdiri dari 155 responden yang secara non-random consecutive dari antara pengemudi bus PT GM, Jakarta. Informasi mengenai asupan serat dan cairan dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner frekuensi makanan. Prevalensi konstipasi ditentukan berdasarkan kriteria Roma III. Berdasarkan metode Chi-square, penelitian ini mendapatkan prevalensi konstipasi berhubungan dengan asupan serat (P=0,026) namun tidak berhubungan dengan asupan cairan (P=0,636). Penelitian ini menyarankan pentingnya asupan serat dan cairan dari asupan sehari-hari dalam pencegahan konstipasi.
Hubungan pola aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar pinggang pengunjung usia dewasa di Puskesmas Kecamatan Kalideres Jakarta Barat Adella Syahputri; Idawati Karjadidjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.18359

Abstract

Aktivitas fisik merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk setiap individu karena akan menjadi salah satu faktor pendukung status gizi yang meliputi input dan output energi, Status gizi dapat dilihat melalui indeks massa tubuh (IMT) dan lingkar pinggang. Status gizi memengaruhi kondisi kesehatan seseorang. Kualitas kesehatan yang baik akan mempengaruhi produktivitas yang baik. Studi ini bertujuan mencari hubungan antara pola aktivitas fisik dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan lingkar pinggang. Studi ini adalah studi analitik observasional dengan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-random sampling dengan jenis convenience sampling dan dianalisa menggunakan t-test independen. Studi dilakukan terhadap pengunjung usia dewasa yang berobat ke Puskesmas Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat dengan membagikan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), mengukur tingi badan, berat badan dan lingkar pinggang. Data dianalisis Dari total menggunakan t-test independent. Sebanyak 69 responden didapatkan aktivitas fisik sedang dan berat. Rata-rata IMT responden dengan aktivitas fisik sedang adalah 26,7317 kg/m2 dan aktivitas fisik berat 25,0934 kg/m2 (p=0,471). Rata-rata lingkar pinggang dengan aktivitas fisik sedang adalah 97,5 cm dan aktivitas fisik berat 94,7231 cm (p=0,592). Pada studi ini dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pola aktivitas fisik dengan IMT dan lingkar pinggang.