Andriana Kumala
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan kehamilan usia remaja dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di RSUD Ciawi-Kabupaten Bogor periode 2016-2017 Elisa Hadiwijaya; Andriana Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3850

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan suatu kelahiran dengan berat lahir kurang dari 2500 gram. BBLR banyak terjadi di negara berkembang dibandingkan dengan negara maju. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya BBLR adalah faktor ibu yaitu usia ibu yang kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun, penyakit ibu, paritas, dan faktor-faktor lainnya. Bayi dengan berat lahir rendah memiliki risiko kematian yang jauh lebih besar dibandingkan dengan bayi normal.Peneliti melakukan penelitian di RSUD Ciawi, Kabupaten Bogor dengan tujuan untuk mengetahui prevalensi kejadian BBLR, mengetahui hubungan faktor-faktor risiko terutama usia ibu, dan diharapkan dengan hasil penelitian ini dapat dilakukan upaya untuk menurunkan angka kejadian BBLR. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian cross sectional dengan teknik pengambilan sampel consecutive sampling, sampel diambil dengan cara observasi data rekam medik ibu hamil dan bersalin pada periode tahun 2016-2017. Sebanyak 86 sampel, terdiri dari 43 ibu hamil dan bersalin usia remaja dan 43 ibu hamil dan bersalin usia 20-35 tahun. Dari hasil penelitian terdapat 21 (24,4%) bayi yang lahir dengan berat lahir rendah, sedangkan 65 (75,6%) bayi lainnya lahir dengan berat bayi yang normal. Dari ibu usia remaja, terdapat 14 (32,6%) bayi yang lahir dengan berat lahir rendah, dan dari ibu usia 20-35 tahun, bayi yang lahir dengan berat lahir rendah cenderung lebih sedikit yaitu sebanyak tujuh (16,3%) bayi. Secara statistik dinyatakan tidak terdapat hubungan bermakna antara kehamilan usia remaja dengan kejadian BBLR (p=0,079).