David Dwi Ariwibowo
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara kebiasaan merokok terhadap kejadian hipertensi essensial pada laki-laki usia di atas 18 tahun di RW 06, Kelurahan Medan Satria, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi Susi Susi; David Dwi Ariwibowo
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3854

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah yang melebihi batas normal yaitu tekanan darah sistolik ?140 mmHg dan tekanan darah diastolik ?90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit. Merokok merupakan salah satu faktor risiko meningkatnya tekanan darah. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian untuk melihat hubungan antara merokok terhadap kejadian hipertensi yang meliputi kebiasaan merokok, lama merokok dan jumlah rokok yang dihisap terhadap hipertensi. Penelitian ini dilakukan di RW 06, Kelurahan Medan Satria, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi dengan jumlah sampel 102 responden adalah laki-laki usia diatas 18 tahun. Penelitian ini bersifat observasional analitik menggunakan metode cross sectional. Hasil penelitian didapatkan 17 responden (16.7%) menderita hipertensi. Dari penelitian ini didapatkan tidak terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan merokok (Pvalue = 0.092), lama merokok (Pvalue = 0.670), jumlah rokok dihisap per hari (Pvalue = 0.702) terhadap kejadian hipertensi, tetapi secara epidemiologi didapatkan hubungan antara kebiasaan merokok (PR = 2.496), lama merokok (PR = 2.384), jumlah rokok dihisap perhari (PR = 1.613)   terhadap kejadian hipertensi essensial memiliki resiko lebih tinggi untuk mengalami hipertensi. Tidak didapatkan hubungan bermakna antara kebiasaan, lama dan jumlah merokok terhadap kejadian hipertensi essensial.
Pengaruh penyakit jantung bawaan sianotik dan asianotik terhadap pertumbuhan pasien balita periode 2018-2020 di RSUD Dr. Chasbullah Abdul Majid Bekasi Syifa Prajastuti Putri; David Dwi Ariwibowo
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.21883

Abstract

Penyakit jantung bawaan (PJB) ialah kelainan struktur dan fungsi jantung yang didapati sejak dalam kandungan. Penyakit jantung ini diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu PJB sianotik dan asianotik. Salah satu komplikasi dari PJB adalah gangguan pertumbuhan. Studi ini dilakukan untuk melihat pengaruh penyakit jantung bawaan terhadap pertumbuhan pasien balita dengan PJB. Studi analitik observasional dengan metode potong lintang ini dilakukan di RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi. Pengumpulan data dilakukan dengan mengobservasi data sekunder yang didapat melalui rekam medis. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis hubungan antar variabel menggunakan uji chi-square. Sampel studi ialah 43 balita yang terdiri dari 15 balita dengan PJB sianotik dan 28 balita dengan PJB asianotik. Sebanyak 28 (58%) balita memiliki berat bada kurang hingga sangat kurang dan sebanyak 20 (46,5%) balita memiliki panjang/tinggi badan pendek hingga sangat pendek. Hasil analisis menunjukkan adanya  hubungan yang bermakna antara penyakit jantung bawaan sianotik dan asianotik terhadap berat badan (p-value = 0,006; PRR = 2,02) maupun panjang/tinggi badan (p-value = 0,001; PRR = 2,8). Kesimpulan studi ini ialah keadaan sianotik pada penyakit jantung bawaan lebih besar memengaruhi pertumbuhan balita dibandingkan PJB yang asianotik.