Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pustulosis Eksantema Generalisata Akut Hari Darmawan; Sarah Diba
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3856

Abstract

Pustulosis eksantema generalisata akut (PEGA) adalah salah satu erupsi obat alergi berat ditandai pembentukan pustul steril nonfolikular cepat dengan dasar eritem, umum disebabkan penggunaan obat-obatan terutama antibiotik. Pasien mengalami demam mendadak disertai pustulosis dan leukositosis dalam 48 jam setelah konsumsi obat kemudian resolusi spontan dalam 2 minggu dengan gambaran histopatologik khas. Insiden PEGA menurut EuroSCAR sebesar 1-5 kasus persatu juta individu setiap tahun dan dapat terjadi pada semua umur. Diagnosis ditegakkan berdasar skor EuroSCAR. Prognosis PEGA baik karena bersifat self limiting disease dengan menghentikan penggunaan obat pencetus.  
Sumber dan cara penularan Mycobacterium leprae Hari Darmawan; Rusmawardiana Rusmawardiana
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7860

Abstract

Mycobacterium leprae (M. leprae) merupakan kuman basil tahan asam penyebab penyakit kusta bersifat obligat intraseluler dan tidak dapat dibiakkan pada media buatan. M. leprae hidup di makrofag dan sel Schwann serta tumbuh pada jaringan bersuhu dingin seperti kulit, mukosa hidung, dan saraf tepi. Insidens penderita baru kusta tidak menurun, meski prevalens kusta terus menurun seiring dengan program pemberantasan kusta secara masal dengan metode multi drugs therapy (MDT) WHO. Hal ini diperkuat dengan banyak kasus baru ditemukan tanpa ada riwayat kontak. Salah satu penyebab diduga ada sumber nonmanusia dari basil kusta terus menjadi sumber infeksi seperti hewan dan lingkungan. Cara penularan penyakit kusta masih belum diketahui pasti, namun diperkirakan melalui kontak langsung dari penderita kusta tipe lepromatosa ke orang lain.
Hubungan penggunaan kosmetik bedak padat terhadap kejadian akne vulgaris pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Aenun Azkiya Inayati; Hari Darmawan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.17524

Abstract

Akne Vulgaris merupakan penyakit kulit yang sering terjadi di kalangan dewasa muda. Kejadian tertinggi akne vulgaris dijumpai pada usia 17-21 tahun. Faktor penyebabnya dapat dikarenakan penggunaan kosmetik seperti bedak padat. Kosmetik jenis bedak padat yang bersifat bahan komedogenik dan aknegenik akan memicu terjadinya komedo dan menyebabkan akne vulgaris. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan kosmetik bedak padat dan hubungannya terhadap kejadian akne vulgaris pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Metode yang digunakan pada studi ini adalah analitik dengan desain potong lintang dengan pengisian kuesioner dan diagnosis akne vulgaris diklarifikasi oleh dokter spesialis kulit kelamin (Sp. KK). Sampel diambil secara purposive non-probability sampling, kemudian dianalisa menggunakan uji chi-square. Studi ini didapatkan sebanyak 80 responden dengan pengguna bedak padat yang menderita akne vulgaris sebesar 46 (57,50%) dengan frekuensi penggunaan bedak padat terbanyak kurang dari 3 kali sehari dan mayoritas durasi penggunaan 5-6 jam. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,057 yang menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara penggunaan bedak padat terhadap kejadian akne vulgaris.