Tjie Haming Setiadi
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan antara relaksasi otot progresif dengan penurunan tekanan darah pasien hipertensi di RSUD Kabupaten Biak Papua periode Januari – Februari 2016 Laura Cintyadevi Widana; Tjie Haming Setiadi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5871

Abstract

Relaksasi otot progresif merupakan salah satu terapi non farmakologi untuk meregangkan otot dan dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengaruh pemberian relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi yang dirawat di rumah sakit umum daerah Biak provinsi Papua. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental. Besar sampel adalah 31 orang pasien hipertensi diberikan teknik relaksasi otot progresif sehari dua kali selama 6 hari. Penelitian dilakukan dengan mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan latihan relaksasi. Hasil penelitian ini menujukkan adanya penurunan tekanan darah dengan relaksasi otot progresif dengan nilai p = 0,001. Beradasarkan koefisien ? sebesar 0.05, karena nilai p=0,001 < 0.05 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara relaksasi otot progresif dengan penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi rumah sakit umum daerah Biak.
Hubungan beban tas punggung terhadap low back pain pada pelajar kelas 3 SMA Kolese Gonzaga Angkatan 201 Mario Gisepha Dwiguno; Tjie Haming Setiadi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7847

Abstract

Low back pain merupakan salah satu gejala yang sering diderita oleh banyak orang, mulai dari usia muda sampai lansia. Dari keseluruhan profesi dalam masyarakat, terdapat banyak profesi yang sebagian besar dihabiskan dengan membawa beban dengan tas punggung, salah satunya adalah pelajar SMA. Studi ini dilatarbelakangi oleh permasalahan masih banyaknya pelajar yang tidak sadar dan membawa beban tas punggung yang berlebihan, dimana hal tersebut merupakan salah satu faktor risiko dalam menimbulkan low back pain. Studi dilakukan pada pelajar kelas 3 SMA Kolese Gonzaga angkatan 2015. Studi bersifat analitik dengan cross-sectional study dan pengambilan sampel menggunakan consecutive non-random sampling. Pelajar yang menderita low back pain dengan beban tas yang tidak ideal terdapat sebanyak 38 orang (86.7%) dan beban tas yang ideal sebanyak 12 orang (13.9%). Berdasarkan analisis statistik didapatkan nilai P sebesar 0.001 sehingga terdapat hubungan bermakna antara penggunaan tas punggung yang tidak ideal dengan kejadian LBP dengan PR= 6.14.
Hubungan durasi duduk dan hamstring tightness pada mahasiswa kedokteran Wengkie Tanjaya; Tjie Haming Setiadi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2023): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v5i1.24377

Abstract

Fleksibilitas otot penting untuk seseorang merasa bugar sehingga dapat memaksimalkan aktivitas fisik sehari-hari. Namun, disfungsi fleksibilitas sering dialami orang umum hingga olahragawan. Salah satu contoh otot yang dapat mengalami hal ini adalah otot hamstring (hamstring tightness). Otot ini penting untuk berjalan bahkan berlari hingga melompat. Penurunan fleksibilitas otot ini menimbulkan penurunan perfoma dari kegiatan yang menggunakan otot tersebut dan dapat menimbulkan cedera pada otot hamstring. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan hamstring tightness ialah duduk dalam waktu yang lama tanpa melakukan peregangan otot dan biasanya dilakukan oleh kebanyakan pekerja kantoran dan pelajar. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hamstring tightness dengan durasi duduk per harinya pada mahasiswa kedokteran. Studi analitik cross sectional ini dilakukan terhadap 293 mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2020-2021. Pengambilan subjek studi menggunakan metode consecutive non-random sampling. Biodata subjek dan durasi duduk diambil mengunakan kuesioner sedangkan data variabel hamstring tightness menggunakan Assessment V-Sit and Reach (VSR) test. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi-square. Sebanyak 178 (71,2%) subjek dari 250 subjek yang duduk >6 jam mengalami hamstring tightness dan sebanyak 32 (74,4%) subjek dari 43 subjek yang duduk ≤6 jam tidak mengalami hamstring tightness. Hasil studi didapatkan hubungan yang bermakna antara durasi duduk dengan hamstring tightness dengan p-value 0,000 dan PRR 2,783.