Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran pengaruh hipertensi pada kehamilan terhadap ibu dan janin serta faktor-faktor yang memengaruhinya di RSUD Ciawi Ignasius Hans; David Dwi Ariwibowo
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9730

Abstract

Hipertensi pada kehamilan dapat menimbulkan komplikasi terhadap ibu berupa trombositopenia, infark miokard, edema paru, kematian maternal dan penurunan fungsi ginjal. Dampak yang ditimbulkan juga dapat berakibat terhadap janin, berupa kematian janin dan berat badan lahir rendah (BBLR). Hipertensi pada kehamilan dipengaruhi oleh usia, status gizi, riwayat hipertensi dan paritas ibu mengandung. Studi ini untuk mengetahui gambaran pengaruh hipertensi pada kehamilan terhadap ibu dan janin, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kejadiannya di RSUD Ciawi. Studi deskriptif dengan menggunakan judgemental non - random sampling terhadap 88 ibu hamil di RSUD Ciawi. Data diperoleh menggunakan rekam medis. Berdasarkan usia, didapatkan 33 (37,5%) subyek berusia ? 20 tahun atau ? 35 tahun dan 55 (62,5%) subyek berusia 21-34 tahun. Berdasarkan status gizi, 47 (53,41%) subyek memiliki IMT normal dan 41 (46,59%) subyek memiliki IMT obesitas. Dari faktor riwayat hipertensi ditemukan 21 (23,86%) subyek memiliki riwayat hipertensi sebelumnya dan 67 (76,13%) subyek tidak memiliki Riwayat hipertensi sebelumnya. Dari faktor paritas, 25 (28,41%) subyek adalah primigravida dan 63 (71,59%) subyek multigravida. Berdasarkan komplikasi, ibu hamil dengan hipertensi yang memiliki komplikasi trombositopenia sebanyak 3 (3,41%) subyek, penurunan fungsi ginjal sebanyak 2 (2,27%) subyek serta tidak ditemukan komplikasi edema paru dan kematian maternal. Komplikasi yang terjadi pada janin berupa BBLR sebanyak 25 (28,41%) subyek dan kematian janinĀ  sebanyak 4 (4,55%) subyek.
Hubungan hipertensi terhadap kejadian infark miokard akut di RSUD Cengkareng Medwin Adrian Riyanto; David Dwi Ariwibowo
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9742

Abstract

Infark miokard merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Berbagai macam faktor menunjukan keterlibatannya dalam menimbulkan infark miokard, salah satu faktor utamanya adalah hipertensi. Oleh sebab itu, studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara hipertensi dan infark miokard pada RSUD Cengkareng Jakarta Barat. Studi ini bersifat analitik cross-sectional yang dilakukan pada 200 responden. Pengumpulan data menggunakan metode random sampling. Data diambil dengan menggunakan data rekam medis pasien yang sesuai sampel lalu diolah dan dilakukan uji Chi-square. Dari studi ini ditemukan subyek dengan hipertensi sebesar 116 (58%) orang, subyek dengan infark miokard sebesar 99 (49,5%) orang, dan subyek hipertensi dengan infark miokard sebesar 77 (66,4%) orang. Dari penelitian ini ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara hipertensi terhadap infark miokard (p-value < 0,001). Responden yang memiliki riwayat hipertensi memiliki resiko 2,54 kali lebih besar (RR = 2,54) terkena infark miokard dibandingkan responden tanpa riwayat hipertensi.