Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan antara HbA1c dengan laju filtrasi glomerulus pada pasien diabetes melitus tipe 2 di rumah sakit swasta Jakarta Barat Jennefer Jennefer; Paskalis Andrew Gunawan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9733

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia. Prevalensi DM diperkirakan akan meningkat hingga 592 juta orang di tahun 2035. DM tipe 2 merupakan bentuk paling umum dari penyakit ini, sekitar 90% dari kasus merupakan DM tipe 2. Menurut Sample Registration Survey (SRS) 2014, penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia adalah DM dengan komplikasi. Nefropati merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada DM tipe 2. Nefropati ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG). LFG dapat diukur dari kadar serum kreatinin dengan menggunakan formula Chronic Kidney Disease Epidemiology Collaboration (CKD-EPI). Studi ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara HbA1c dengan LFG pada pasien DM tipe 2. Studi bersifat analitik dengan desain cross-sectional. Studi dilakukan di salah satu rumah sakit swasta Jakarta Barat dengan menggunakan 108 responden dari rekam medis pasien DM tipe 2. Data yang diambil yaitu hasil pemeriksaan kadar HbA1c dan serum kreatinin. Data dilakukan analisis bivariat dengan uji statistik Spearman untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara HbA1c dengan LFG pada pasien DM tipe 2. Hasil studi tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara HbA1c dengan LFG (p value = 0,217), tetapi dari hasil tersebut ditemukan juga responden dengan kadar HbA1c yang tinggi lebih berisiko 1,04 kali mengalami penurunan LFG (PR = 1,04).