Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan anemia pada ibu hamil terhadap kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur Nailah Rahmah; Idawati Karjadidjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9745

Abstract

Anemia merupakan salah satu dari empat masalah gizi utama di Indonesia yang memiliki prevalensi cukup tinggi dan paling sering diakibatkan oleh defisiensi zat gizi, terutama zat besi. Anemia sangat rentan terjadi pada keadaan yang membutuhkan peningkatan kebutuhan zat gizi, seperti pada saat masa kehamilan. Selain turut berkontribusi pada jumlah angka kematian ibu (AKI), anemia juga memiliki dampak pada janin yang sedang dikandung, seperti terganggunya perkembangan fisik dan kognitif anak, meningkatkan morbiditas anak,dan berat badan lahir rendah (BBLR) yang merupakan berat neonatus <2500 gram. Tujuan studi ini untuk mengetahui adakah hubungan antara kejadian anemia pada saat masa kehamilan dengan kejadian BBLR. Studi ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan data dilakukan melalui data sekunder yaitu rekam medis. Responden berjumlah 100 orang perempuan yang melahirkan di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur pada bulan Januari – Mei 2017. Pada hasil penelitian didapatkan bahwa adanya hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR dengan p-value = 0,00 dan nilai odd ratio = 39. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi responden yang mengalami anemia pada saat kehamilan dapat mempengaruhi berat bayi yang akan lahir. Oleh karena itu diharapkan petugas kesehatan untuk lebih aktif dalam memberikan penyuluhan pada ibu hamil mengenai kejadian anemia sehingga dapat mengurangi jumlah BBLR.
Perbedaan pengetahuan gizi berdasarkan perilaku pencegahan obesitas pada pekerja muda Aga Stanza; Idawati Karjadidjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.20679

Abstract

Obesitas merupakan salah satu penyakit yang sering disepelekan oleh masyarakat dapat menjadi faktor risiko dari penyakit lain yang lebih berbahaya. Pengetahuan gizi kaum pekerja muda dengan umur 25 sampai 40 tahun, diharapkan dapat diterapkan dalam perilaku sehari-hari untuk mencegah obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dengan perilaku pencegahan obesitas pada pekerja berusia 25-40 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode potong lintang menggunakan kuesioner melalui google form dan dianalisa menggunakan t-test independen. Sampel penelitian sebanyak 132 responden adalah pekerja berusia 25-40 tahun. Didapat 18 orang (13,6%) dengan pengetahuan kurang, 91 orang (68,9%) dengan pengetahuan cukup dan 23 orang (17,42) dengan pengetahuan baik. Terdapat 19 orang (14,39%) responden dengan nilai perilaku baik, dan 113 orang (85,6) dengan perilaku kurang baik. Penelitian menunjukkan bahwa responden dengan perilaku yang baik memiliki rata-rata pengetahuan lebih tinggi 4,762 poin daripada responden dengan perilaku kurang baik. Pada penelitian disimpulkan tidak terdapat adanya hubungan antara pengetahuan gizi dengan perilaku pencegahan obesitas, (p-value 0,107). Tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi dengan perilaku pencegahan obesitas (p-value = 0.107)
PENATALAKSANAAN HIPERTENSI DITINJAU DARI ASPEK GIZI Idawati Karjadidjaja
Ebers Papyrus Vol. 16 No. 1 (2010): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi hipertensi semakin meningkat sejalan dengan perubahan gaya hidup, pola ma­ kan, peningkatan  prevalensi  obesitas  dan sindroma  metabolik.  Diperkirakan terdapat 1 miliar penderita hipertensi di dunia, 1  hal ini akan menimbulkan beban untuk pengobatan­ nya dan  yang ditakutkan adalah akibat dari hipertensi berupa penyakit kardiovasuler. Se­ lain penatalaksanaan farmakologik, pola makan ternyata banyak membantu  menurunkan hipertensi,  seperti  diet rendah  garam.2 Konsensus  yang ditetapkan  oleh  Kementerian Kesehatan  Amerika  Serikat  terbukti menurunkan tekanan  darah. Pengaturan  makanan yang dimaksud  adalah DASH (Dietary Approach  to stop Hypertension) berupa makanan tinggi sayur dan buah, susu rendah lemak atau produknya,  memilih sumber protein    ren­ dah lemak  dan rendah  kolesterol,  serta  asupan  protein  nabati dan kacang-kacangan.3Pola makanan  yang dianjurkan  dalam  konsep  DASH  ternyata  kaya  akan  Kalsium,  Ka­lium, Magnesium  selain rendah Natrium. Perlu dipikirkan cara menyadarkan masyarakat umum untuk mencegah  hipertensi dan memotivasi  penderita  hipertensi  untuk mengikuti pola DASH guna menurunkan tekanan darah. Tanpa dilupakan mengurangi asupan energi untuk mereka yang kelebihan berat badan dan  mengurangi jumlah asam lemak jenuh dan asam lemak trans.
Hubungan vitamin D dan Tuberkulosis Idawati Karjadidjaja
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 2 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin  D  selain mempunyai fungsi pada  kesehatan tulang  dan otot,  vitamin   D  juga mempunyai hubungan dengan beberapa penyakit seperti keganasan, hipertensi, diabetes melitus dan penyakit infeksi yaitu berhubungan dengan sistem imunitas. Kadar vitamin D yang cukup 30 ng/ml  dapat membantu ensim 1-0H  ase untuk mengubah 25(0H)D menjadi bentuk aktif [1,25(0HhD] yang akan meningkatkan imunitas non spesifik dan spesifik. Makrofag, monosit, limfosit B dan limfosit ternyata  terdapat kemampuan untuk membuat [1,25(0H)2D]. Penderita tuberkulosis perlu diberikan penyuluhan untuk menjemur tubuhnya pada jam 9.00- 15.00 agar memperoleh vitamin D dengan murah,   namun bila diperlukan dapat dilakukan pemberian suplemen vitamin D.