Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan penggunaan kaos kaki terhadap pertumbuhan jamur Candida sp. pada kulit sehat mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sopaka Udakadharma; Linda Budiarso
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9751

Abstract

Hubungan penggunaan kaos kaki terhadap pertumbuhan jamur Candida sp. pada kulit sehat mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sopaka Udakadharma1, Linda Budiarso2,* 1 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia2 Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia*korespondensi email: lindab@fk.untar.ac.id ABSTRAK Candida sp. tumbuh dan berkembang baik pada keadaan yang hangat dan lembab. Penggunaan kaos kaki, terutama kaos kaki polyester yang menggunakan bahan tidak mudah menyerap keringat merupakan salah satu faktor predisposisi tumbuhnya jamur. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan kaos kaki terhadap pertumbuhan jamur Candida sp. pada kulit kaki sehat mahasiswa Universitas Tarumanagara. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan analisa chi square. Cara pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling pada 62 responden yang terdiri dari 35 orang yang memakai kaos kaki dan 27 orang yang tidak memakai kaos kaki. Sampel diambil dengan cara mengusap lidi kapas steril yang telah dibasahi dengan NaCl 0.9% steril di sela-sela jari kedua kaki, kemudian dibiak pada media sabouraud dextrose agar. Setelah itu koloni yang diperiksa secara makroskopik dan mikroskopik dengan mikroskop cahaya. Pada penelitian ini didapatkan hasil positif berupa tumbuhnya koloni jamur Candida sp. pada 12 sampel (19.4%) dimana 7 (11.3%) diantaranya merupakan pengguna kaos kaki. Tidak ada hubungan yang bermakna antara penggunaan kaos kaki dengan pertumbuhan jamur Candida sp. (p value = 1.00). Meskipun secara statistik tidak ditemukan adanya hubungan penggunaan kaos kaki terhadap tumbuhnya jamur Candida sp., tetapi dengan ditemukannya Candida sp. pada sela jari kaki sehat merupakan peringatan bagi mahasiswa untuk selalu menjaga kebershian kaki.
PENGARUH CUCI TANGAN DALAM PENURUNAN JUMLAH MIKROBA Dl KULIT TANGAN Linda Budiarso
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 1 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit jari tangan manusia mengandung mikroba, baik yang patogen maupun nonpa­ togen, yang berpotensi menimbulkan penyakit. Menurut data World Bank, dilaporkan adanya kejadian luar biasa diare di 16 provinsi pada tahun 2006. Kasus tifus di Indone­ sia rata-rata mencapai 900.000 kasus pertahun dan 91 persen terjadi pada usia 3-19 tahun. Masih tingginya insidens infeksi kulit maupun diare pada masyarakat di Indone­ sia, salah satu penyebabnya  mungkin karena kurangnya perhatian masyarakat pada kebersihan kulit jari tangan. Salah satu cara pencegahan penyakit tersebut adalah dengan langkah sederhana dan murah seperti mencuci tangan pakai sabun. Penelitian dengan desain observasional deskriptif telah dilakukan pada 100 orang mahasiswa/i Fakultas  Kedokteran  Universitas  Tarumanagara pada waktu ketrampilan  klinis dasar cuci tangan pada bulan Mei 2011, dengan tujuan untuk mengetahui pola mikroba pada kulit jari tangan mahasiswali dan penurunan jumlah mikroba pada kulit jari tangan sete­ lah cuci tangan dengan sabun dan setelah cuci tangan dengan sabun lalu alkohol 70%. Data diuji untuk Staphylococcus  epidermidis  sebelum mencuci tangan dan setelah mencuci tangan dengan sabun, dengan uji statistik Chi-Square untuk tabel 4x4. Data lainnya tidak dapat dilakukan uji statistik karena tidak memenuhi syarat uji Chi-Square dan data hanya dideskripsikan secara tekstular dan disajikan dalam bentuk tabular. Hasil dari perhitungan, diperoleh X2    = 49,59, jadi X2> 16.919 untuk df =9, sehingga p-value < 0,01,  berarti terdapat hubungan yang bermakna antara penurunan jumlah staphylococcus epidermidis sebelum mencuci tangan dan sesudah mencuci tangan dengan sabun. Uji statistik ini hanya menganalisa penurunan kategori jumlah mikroba (mis. dari +3 ke +2, atau +3 ke +1, atau +3 ke 0 dst), bukan jumlah hitungan mikroba yang sesungguhnya.