Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh kopi terhadap tekanan darah dan denyut nadi mahasiswa Universitas Tarumanagara Vincent Vandestyo Chandra; Susilodinata Halim
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9753

Abstract

Tekanan darah dan pengendaliannya sangat penting diperhatikan terutama sejak usia muda. Salah satu faktor eksterna yang berperan meningkatkan tekanan darah adalah konsumsi kafein. Pemberian kafein sebanyak 300 mg dapat meningkatkan tekanan darah sistolik 5-15 mmHg dan diastolik 5-10 mmHg dalam waktu 15 menit. Americano adalah salah satu jenis kopi yang sering dikonsumsi mahasiswa Universitas Tarumanagara dengan kandungan kafein tinggi yang diduga berperan meningkatkan tekanan darah pada usia dewasa muda. Tujuan studi ini adalah melihat pengaruh konsumsi kopi terhadap kenaikan tekanan darah dan denyut nadi pada mahasiswa Universitas Tarumanagara. Studi ini merupakan studi analitik komparatif dengan metode potong lintang dengan jumlah sampel 96 responden. Pengukuran tekanan darah dan nadi dilakukan sebelum dan setelah responden mengonsumsi kopi Americano 100 mL. Hasil pengukuran dilakukan analisis statistik dengan uji T berpasangan dan Wilcoxon. Setelah intervensi, dari 96 responden, 78 (81,25%) responden mengalami peningkatan tekanan darah sistolik, 73 (76,04%) responden mengalami peningkatan tekanan darah diastolik, 72 (75%) responden mengalami peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik, dan 79 (82,3%) responden mengalami peningkatan frekuensi nadi. Peningkatan darah sistolik, diastolik, dan nadi bermakna secara statistik (p < 0,0001) namun tidak bermakna secara epidemiologi (berturut-turut Z = -7,002, -6,996, -9,536). Konsumsi kopi meningkatkan tekanan darah sistolik, diastolik, serta frekuensi nadi dan bermakna secara statistik.
Olahraga Kesehatan Susilodinata Halim
Ebers Papyrus Vol. 18 No. 2 (2012): EBERS PAPYRUS
Publisher : Medical Faculty Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini orang cenderung tidak punya waktu untuk berolahraga karena kesibukan dan gaya hidup yang serba modern, misalnya lebih sering berkendaraan bermotor dibandingkan dengan berjalan atau bersepeda, menggunakan lift  pada bangunan bertingkat. Sebagian besar dokter  ahli jantung  yang mengobati pasien serangan jantung  dengan jogging  di bawah  pengawasan yang  ketat  dapat  mengurangi  serangan jantung  para  pasiennya, sehingga terjadi kolateral pada pembuluh jantung dengan demikian pasien tersebut akan menjadi lebih baik. Pada waktu berolahraga terjadi kepekaan terhadap insulin meningkat, yang menyebabkan penurunan kadar glukosa plasma, ini berguna untuk menurunkan kadar gula darah pasien diabetes melitus. Secara umum olahraga di bagi dua yaitu olahraga prestasi dan olahraga kesehatan. Olahraga Prestasi diperuntukkan para atlet, sedangkan Olahraga Kesehatan diperuntukkan para orang yang ingin memiliki kebugaran yang baik. Tujuan  dari  olahraga  kesehatan  agar  yang  melakukan  olahraga  dapat  memperoleh Kebugaran Fisik (Physical Fitness) yang baik. Untuk mendapatkan kebugaran fisik ini pada olahraga kesehatan hanya memerlukan 3 unsur dari 9 unsur kesegaran fisik. Ketiga unsur yang harus dimiliki adalah daya tahan,kekuatan otot dan kelenturan.