Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Prevalensi dan faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya binge eating disorder pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2014 Ivany Lestari Goutama; Arlends Chris
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i2.11748

Abstract

Berdasarkan National Eating Disorders Collaboration (NEDC), prevalensi penderita Binge Eating Disorder (BED) secara global adalah sebanyak 4%, yang diantaranya didapati 3,5% perempuan dan 2% laki-laki dan paling sering terjadi pada awal usia 20-an. Sebuah studi di Amerika Serikat tahun 2013 menyatakan bahwa kondisi psikologis dapat melatarbelakangi terjadinya BED atau dikenal juga dengan  emotional eating. Sekitar 25% kasus BED terjadi pada individu dengan berat badan lebih (overweight), namun dapat juga terjadi pada individu dengan berat badan normal. Studi ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi BED beserta faktor- faktor yang memengaruhinya dalam rangka mencegah peningkatan angka risiko obesitas dengan meningkatkan pengetahuan pembaca tentang BED. Studi bersifat deskriptif cross-sectional dan dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara terhadap 190 responden. Dari hasil studi, didapatkan  prevalensi BED sebanyak 2,6%, dengan perbandingan jenis kelamin laki-laki dan perempuan adalah 3: 2, 60% diantaranya berusia 20 tahun dan 40% diantaranya berusia 21 tahun dan lebih banyak terjadi pada individu dengan kategori status gizi overweight (60%). Prevalensi faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya BED responden yaitu 40% dengan tingkat depresi sedang ataupun sangat berat, 40% dengan tingkat ansietas sedang ataupun sangat berat dan 40% dengan tingkat stress ringan ataupun berat. Hendaknya perhatian terhadap BED ditingkatkan serta diperlukannya penelitian lebih lanjut terkait analisis hubungan antara BED dengan variabel lainnya.