Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manifestasi dermatologik pada pasien gagal ginjal kronis Erico Lemuel Yonathan; Hari Darmawan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i2.11764

Abstract

Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan penyakit yang bersifat kompleks dan mempengaruhi berbagai organ, termasuk kulit. Manifestasi dermatologik sangat sering ditemukan pada pasien gagal ginjal kronis, terutama pada stadium gagal ginjal terminal. Secara umum, manifestasi dermatologik pada gagal ginjal kronis dibagi menjadi dua, yaitu non-spesifik dan spesifik. Manifestasi non-spesifik meliputi xerosis, pruritus, kelainan kuku, kelainan rambut, perubahan pigmen kulit, ekimosis, purpura, kelainan mukosa, uremic frost, ginekomastia, infeksi kulit, dan manifestasi kulit yang disebabkan penggunaan obat imunosupresif. Sedangkan manifestasi spesifik meliputi acquired perforating dermatosis (APD), kalsifilaksis, penyakit bulosa, dan nephrogenic systemic fibrosis (NSF). Diagnosis dan terapi dini termasuk tindakan profilaksis dapat mengurangi morbiditas dan meningkatkan kualitas hidup pasien.  
Hubungan asupan lemak jenuh dengan kejadian akne vulgaris pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Berliana Agata Siregar; Hari Darmawan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i1.13713

Abstract

Akne Vulgaris (AV) merupakan kelainan umum unit pilosebasea dan terutama terjadi pada usia remaja. Banyak faktor resiko yang dapat memicu terjadinya AV, salah satunya adalah faktor diet. Studi sebelumnya menunjukkan asupan lemak jenuh dapat memicu terjadinya AV bahkan memperburuknya Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan lemak jenuh dengan kejadian akne vulgaris pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi ini menggunakan studi analitik metode potong lintang. Responden berjumlah 122 mahasiswa yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Responden terdiri dari 25 orang laki-laki dan 97 orang perempuan yang berada dalam tahap akademik dengan berbagai rentang usia. Data akne vulgaris diperoleh menggunakan pemeriksaan fisik melalui foto wajah. Data asupan lemak jenuh menggunakan 24 hours food recall dan kemudian dianalisis menggunakan software nutrisurvey. Sebanyak 110 responden (90,2%) mengalami AV, di mana 91 responden (74,6%) derajat I, 16 responden (13,1%) derajat II, 3 responden (2,5%) derajat III, dan sebanyak 12 responden (9,8%) tidak mengalami AV. Sebagian besar asupan lemak jenuh responden lebih dari cukup (90,2%). Hasil studi ini didapatkan nilai p = 0.315 (p >0.05), maka tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan lemak jenuh dengan kejadian akne vulgaris pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara.