Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prevalensi dan determinan anemia pada ibu hamil di Puskesmas Grogol Petamburan Jakarta Barat periode 2019-2021 Audina Aliansa Dimas Tara; Freddy Ciptono
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.17720

Abstract

Anemia pada ibu hamil dapat didefinisikan sebagai penurunan kadar Hb kurang dari 11 g/dl selama masa kehamilan. Determinan pada anemia mencakup usia ibu, tingkat pendidikan, status gizi kurang energi kronis, frekuensi kehamilan, jarak kehamilan, kosumsi tablet besi dan antenatal care (ANC). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan determinan anemia pada ibu hamil yang menerima perawatan antenatal di Puskesmas Grogol Petamburan Jakarta Barat selama 2019-2021. Studi deskriptif ini menggunakan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 115 ibu hamil pada tahun 2019 sampai 2021. Studi ini menggunakan data sekunder berasal dari data rekam medis. Hasil studi menunjukkan bahwa usia paling banyak ibu hamil 20-35 tahun sebanyak 76 (66,1%) orang. Pendidikan paling banyak kategori SD (42 orang; 36,5%). Paritas <5 yaitu paritas resiko rendah didapatkan sebanyak 60 ibu hamil (52,2%), sedangkan lingkar lengan atas (LiLA)>23,5 yaitu status gizi baik didapatkan sebanyak 66 ibu hamil (57,4%).  Ibu hamil paling banyak tidak mengalami riwayat penyakit sebanyak 64 (55,7%) orang. Sebanyak 41 (35,7%) ibu hamil mengalami anemia dan 74 (64,3%) ibu hamil tidak mengalami anemia.  Pada studi ini, ibu hamil yang mengalami anemia paling banyak berusia <20 tahun (23 orang; 76,7%), berpendidikan SMP (63,6%), paritas risiko tinggi atau ?5 (31 orang;56,4%), LiLA <23cm (28 orang; 57,1%) dan mengalami preeklampsia (27 orang; 65,9%). Ibu hamil harus memperhatikan determinan anemia untuk mencegah kejadian anemia atau memperberat anemia.
Korelasi indeks massa tubuh dengan kadar profil lipid Hadyan Prasetyaningtyas Putri; Freddy Ciptono
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.17739

Abstract

Konsumsi makanan terutama makanan tinggi lemak, gula yang diekstrasi atau pati olahan, merupakan penyebab utama kelebihan berat badan. Selain makanan, penurunan aktifitas fisik dan gaya hidup juga dapat menjadi penyebab peningkatan atau penumpukkan lemak tubuh yang mengarah menuju peningkatan berat badan. Indeks massa tubuh (IMT) adalah salah satu matriks yang dapat mewakili indeks kegemukan atau berat badan seseorang. Studi ini bertujuan melihat korelasi indeks massa tubuh dengan profil lipid pada pasien dewasa di Poliklinik Bhayangkara, Semarang. Desain studi ini adalah analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Studi dilakukan selama bulan Desember 2020 – Juni 2021 dengan menggunakan data rekam medis mencakup kadar profil lipid (kolesterol total, LDL, HDL dan trigliserida). Subjek studi adalah anggota polisi yang ikut dalam pemeriksaan kesehatan berkala di Poliklinik Bhayangkara yang diambil secara consecutive sampling. Hasil analisis antar variabel menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dan didapatkan korelasi yang tidak signifikan antara IMT dan kolesterol total (p=0,633), antara IMT dan kadar LDL (p=0,06), dan antara IMT dan kadar trigliserida (p=0,116). Hasil analisis Mann-Whitney juga didapatkan tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dan kadar HDL (p=0,797). Kesimpulan dari studi ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara indeks masa tubuh dan profil lipid pada pasien dewasa.