Salah satu usaha yang dilakukan untuk meningkatkan produksi panganadalah dengan melakukan pemanfaatan sumber daya air melalui pengelolaan alokasiair yang tepat dan efisien. Pemanfaatan sumber daya air salah satunya adalah dalamhal pertanian yaitu untuk kepentingan irigasi. Daerah Irigasi Nglirip mempunyaibaku sawah seluas 1239 Ha tersebar beberapa desa di kecamatan SinggahanKabupaten Tuban. Pada Daerah Irigasi Nglirip untuk RTTG pada periode 2018-2019 terjadi kekurangan air pada kebutuhan air irigasi untuk periode tanam MK2sehingga pada studi ini dikaji ulang agar tidak terjadi kekurangan air.Tujuan studi ini adalah mengefisienkan distribusi air di Daerah IrigasiNglirip yang paling optimal yaitu menganalisa air yang tersedia dibandingkandengan debit kebutuhan air irigasi untuk dapat mengairi luas lahan yang adasehingga dapat menghasilkan keuntungan maksimal.Dari hasil analisa diketahui besarnya rerata debit kebutuhan air irigasieksisting sebesar 0,373 m3/det untuk periode MH, 0,566 m3/det untuk periode MK1, dan 0,703 m3/det untuk periode MK 2. Dan pada periode masa tanam MK 2 inidiketahui terjadi kekurangan air sebanyak 4 periode dan dijadikan analisa untukdilakukan optimasi program dinamik pada periode tanam MK 2 tersebut. Padaoptimasi program dinamik didapatkan luas lahan optimal yang dapat terairi padamasing-masing tanaman di periode tanam MK 2 sebesar 504 hektar Padi dan 788Hektar Palawija. Sedangkan besarnya keuntungan dari optimasi didapat diperolehsebesar Rp 30.901.200.000 dibandingkan dengan keuntungan eksisting Rp30.694.700.000 atau memberikan keuntungan sebesar Rp 206.500.000.