Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

REAKSI PASAR MODAL TERHADAP PERUBAHAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK M Agung Ali Fikri
Journal Of Communication Education Vol 9, No 1 (2015): JOCE IP
Publisher : Journal Of Communication Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/joce - ip.v9i1.126

Abstract

ASBSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat pengaruh kenaikan dan penuruan harga Bahan Bakar Minyak subsidi (BBM) terhadap kondisi pasar modal Indonesia. Data penelitian ini adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sebagai indikator pergerakan harga saham konvensional dan syariah dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Periode yang digunakan adalah 5 hari bursa sebelum dan sesudah tanggal pengumuman harga BBM oleh pemerintah Indonesia tahun 2014-2015.Penelitian ini melihat historikal return IHSG dan ISSI dan deviasi yang terjadi. Penelitian ini memberikan perbandingan antara saham konvensional dan syariah dalam merespon perubahan harga BBM dan tingkat signifikansi yang terjadi berdasarkan pengujian statistik. Pasar Modal merespon positif kenaikan harga BBM dengan tingkat signifikansi yang cukup kuat. ISSI memiliki standar deviasi yang lebih rendah dibandingkan IHSG.  Kata Kunci: BBM, Harga, Indeks, IHSG, ISSI, Pasar Modal, Saham, Syariah
KONDISI PASAR MODAL SEBELUM DAN SESUDAH PEMILU LEGISLATIF 2014 M Agung Ali Fikri
Journal Of Communication Education Vol 8, No 2 (2014): JOCE IP
Publisher : Journal Of Communication Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/joce - ip.v8i2.122

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat pengaruh pemilu legislatif 2014 terhadap kondisi pasar modal Indonesia. Sampel dalam penelitian ini adalah emiten yang listed di Bursa Efek Indonesia dengan periode dua bulan sebelum dan sesudah tanggal pemilu legislatif pada 9 April 2014. Ada sembilan sektor yang diteliti sesuai dengan pembagian yang diberikan Bursa Efek Indonesia dan benchmark IHSG. Penelitian ini melihat historikal return masing-masing sektor dan deviasi yang terjadi. Penelitian ini sekaligus memberikan gambaran terkait peta pemenangan hasil pemilu legislatif 2014.Kata kunci : IHSG, Indeks, Legislatif, Pemilu, Sektor Abstract This study was conducted to see the effect of the legislative elections in 2014 against Indonesian capital market conditions. The sample in this study is listed issuers in Indonesia Stock Exchange with a two-month period before and after the date of legislative elections on 9 April 2014. There are nine sectors studied according to a given distribution of the Indonesia Stock Exchange and the benchmark stock index. The research looked at the historical returns of each sector and the deviation occurs. This study gives an overview of related questions as well winning the legislative election results 2014.Keywords : Elections, IHSG, Index, Legislative, Sectoral
PENGARUH KENAIKAN SUKU BUNGA THE FED TERHADAP RETURN SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA M Agung Ali Fikri
Journal Of Communication Education Vol 10, No 1 (2016): JOCE IP
Publisher : Journal Of Communication Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/joce - ip.v10i1.154

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan analisis pengaruh kebijakan suku bunga the Fed yang dilaksanakan Bank Sentral Amerika Serikat terhadap return saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data penelitian ini adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan sepuluh sektor sebagai indikator pergerakan harga saham di BEI. Periode yang digunakan adalah 10 hari bursa sebelum dan sesudah tanggal pengumuman kebijakan kenaikan suku bunga the Fed tanggal 17 Desember 2015. Penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh suku bunga the Fed terhadap harga saham berdasarkan pengujian statistik. Suku bunga the Fed berkorelasi negatif terhadap harga saham di BEI, dimana return saham sebelum dan sesudah kenaikan suku bunga terdapat perbedaan. Kebijakan suku bunga the Fed mampu meningkatkan return saham IHSG, ISSI dan sepuluh sektor di Bursa Efek Indonesia. Kata Kunci: BEI, IHSG, ISSI, Suku Bunga, Return Saham, The Fed
Evaluasi Kinerja Reksadana Periode Tahun 2014 M Agung Ali Fikri
Journal Of Communication Education Vol 9, No 1 (2015): JOCE IP
Publisher : Journal Of Communication Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/joce - ip.v9i1.127

Abstract

ASBSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat perolehan kinerja reksadana selama periode 2014. Kinerja reksadana akan dibandingkan dengan benchmark indeks. Pembagian reksadana berdasarkan kategori jenisnya yaitu saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang. Data penelitian ini adalah Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana dan Indeks sebagai indikator pertumbuhan. Periode yang digunakan selama tahun 2014 dengan menggunakan data harian bursa. Penelitian ini melihat historikal return NAB dan Indeks serta deviasi masing-masing. Return reksadana saham memiliki potensial return lebih tinggi namun dengan tingkat risiko yang lebih tinggi pula dibandingkan jenis reksadana lainnya. Kata Kunci: IHSG, Indeks, NAB, Pasar Modal, Reksadana
PENGARUH KEBIJAKAN BI 7 DAY (REVERSE) REPO RATE TERHADAP RETURN SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA M Agung Ali Fikri
Journal Of Communication Education Vol 12, No 1 (2018): JOCE IP
Publisher : Journal Of Communication Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/joce - ip.v12i1.78

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan analisis pengaruh suatu kejadian yaitu kebijakan suku bunga BI 7 Day (Reverse) Repo Rate yang dilaksanakan Bank Indonesia terhadap return saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data penelitian ini adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Indeks Sektoral sebagai indikator pergerakan harga saham di BEI. Periode yang digunakan adalah 10 hari bursa sebelum dan sesudah tanggal pengumuman kebijakan penurunan suku bunga BI 7 Day (Reverse) Repo Rate. Penelitian ini menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan antara kebijakan penurunan suku bunga BI 7 Day (Reverse) Repo Rate terhadap return saham berdasarkan pengujian statistik paired sample test. Suku bunga BI 7 Day (Reverse) Repo Rate berkorelasi negatif terhadap return saham di BEI, dimana return saham sebelum dan sesudah kenaikan suku bunga terdapat perbedaan. Kebijakan penurunan suku bunga BI 7 Day (Reverse) Repo Rate diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berdampak terhadap return saham IHSG, ISSI dan sembilan sektor di Bursa Efek Indonesia. Kata Kunci: BEI, BI 7 Day (Reverse) Repo Rate, Indeks, IHSG, ISSI, Return Saham
PENGARUH QUANTITATIVE EASING (QE) TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) M Agung Ali Fikri
Journal Of Communication Education Vol 9, No 2 (2015): JOCE IP
Publisher : Journal Of Communication Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/joce - ip.v9i2.135

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan analisa pengaruh kebijakan Quantitative Easing (QE) yang dilakukan bank sentral Amerika terhadap return Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Data penelitian ini adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai indikator pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia. Periode yang digunakan adalah 10 hari bursa sebelum dan sesudah tanggal pengumuman kebijakan Quantitative Easing oleh The Federal Reserve sejak tahun 2008-2014. Penelitian ini melihat historical return IHSG. Penelitian ini menunjukkan dampak dan pengaruh kepada pergerakan harga saham dalam merespon kebijakan Quantitative Easing dengan tingkat signifikansi tinggi berdasarkan pengujian statistik. Secara keseluruhan pasar modal Indonesia merespon positif kebijakan Quantitative Easing dengan tingkat signifikansi yang kuat. Kebijakan QE I dan QE II memberikan respon positif terhadap harga saham, sedangkan program QE III memberikan respon negatif terhadap harga saham di Bursa Efek Indonesia Kata Kunci: IHSG, Pasar Modal, Quantitative Easing, Return Saham