Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Sistem Ekodrainase Di Perumahan Tataka Puri, Kabupaten Tangerang Ray Matthew Johannes Kaurow; Sih Andajani; Dina P.A Hidayat
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan Tataka Puri terletak pada daerah Curug Tangerang merupakan daerah perumahan yang sedang dikembangkan namun dalam pengembangannya perlu memperhatikan bahaya banjir dan genangan yang dapat terjadi pada daerah di sekitar Tataka Puri terutama jika dilihat dari kondisi topografi yang relatif rendah dari daerah sekitarnya. Daerah Tataka Puri memiliki luas lahan sebesar 107.26 ha dengan titik outlet saluran yang terbatas yang menuju kali Jatake. Berdasarkan urgensi dari masalah tersebut maka akan diterapkan sistem ekodrainase yang dapat bekerja bukan saja mengalirkan air hujan ke badan air namun mereduksi limpasan air hujan. Penerapan ekodrainase ini ditujukan untuk mereduksi debit banjir kawasan dalam mencegah terjadinya genangan dan bencana banjir. Pada penelitian ini akan diterapkan 3 skenario sistem drainase yang dimana skenario 1 merupakan penerapan saluran drainase konvensional, skenario 2 merupakan penerapan kombinasi saluran drainase dan pemanenan air hujan dengan menggunakan tangki air 2000-liter, dan skenario 3 merupakan penerapan kombinasi saluran drainase dan kolam retensi dengan dimensi (68 x 68 x 2) m3. Penerapan sistem ekodrainase dengan pemanenan air hujan dapat mereduksi debit limpasan sebesar 59,16% dan kolam retensi dapat mereduksi debit limpasan sebesar 88%.
Analisis Stabilitas Bendung Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (Studi Kasus; Desa Sundeta, Pasaman) Fajri Hidayat; Sih Andajani
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan bagi setiap manusia, akan tetapi di Pasaman, Sumatra Barat ada sekitar 364 desa yang belum teralirkan listrik. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka dibangun pembangkit listrik tenaga air minihidro (PLTM) dengan kapasitas yang dibangkitkan 1–10 MW. PLTM adalah salah satu alternatif karena Pasaman memiliki Batang (sungai) Sumpur dan topografi yang berpotensi. Untuk merealisasikannya perlu adanya perencanaan dari segi bangunan sipil berupa dimensi bendung, dan bangunan pelengkap. Berdasarkan hasil perhitungan dengan debit banjir (Q100) sebesar 619 m3/det diperoleh dimensi bendung tinggi 5 m, lebar 43 m, dengan kolam olak bak tenggelam jari-jari 4,7 m. Dengan debit andalan (q) sebesar 14,5 m3/det diperoleh bangunan pembilas dengan lebar 4,4 m, bangunan pengambil 6 m. dan untuk menjaga tubuh bendung aman terhadap bahaya guling dan geser maka dihitung stabilitasnya. Berdasarkan stabilitas bendung nilai keamanan pada kondisi normal Sf = 3,211 > 1,5 untuk stabilitas guling, Sf = 2,280 > 1,5 untuk stabilitas geser, pada kondisi banjir nilai keamanan Sf = 2,181 > 1,25 untuk stabilitas guling, dan Sf = 1,409 > 1,25 untuk stabilitas geser.
Analisis Penerapan LID Control pada Sistem Drainase Perumahan Griya Bintara Indah, Kota Bekasi dengan Pendekatan SWMM Bayu Poernomo; Sih Andajani
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i1.154

Abstract

Perumahan Griya Bintara, Kota Bekasi merupakan kawasan permukiman yang sering mengalami genangan saat hujan dengan intensitas tinggi. Keterbatasan lahan di kawasan perumahan ini menjadikan konsep Low Impact Development (LID) sebagai salah satu alternatif pendekatan pengelolaan limpasan air hujan. LID berfokus pada pengendalian limpasan air hujan melalui upaya memperlambat aliran, menyimpan, serta meningkatkan penyerapan air hujan sebelum mencapai saluran drainase. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi penerapan LID terhadap perubahan debit puncak limpasan, koefisien limpasan, dan kejadian genangan pada sistem drainase kawasan penelitian. Kawasan perumahan dibagi menjadi lima subcatchment berdasarkan kondisi topografi, arah aliran permukaan, dan jaringan drainase eksisting. Analisis dilakukan terhadap empat skenario sistem drainase, yaitu: skenario 0 tanpa penerapan LID, skenario 1 dengan penerapan LID sumur resapan, skenario 2 dengan penerapan LID saluran resapan (infiltration trench), serta skenario 3 dengan kombinasi kedua jenis LID tersebut. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan analisis berbasis perangkat lunak Strom Water Management Model (SWMM) 5.2 sebagai alat bantu untuk menilai kecenderungan perubahan debit puncak limpasan, koefisien limpasan, dan genangan yang digambarkan oleh jumlah saluran yang mengalami luapan. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh skenario penerapan LID menghasilkan kinerja sistem drainase yang lebih baik dibandingkan dengan kondisi eksisting tanpa LID. Pada skenario tanpa LID, debit puncak limpasan berada pada kisaran 0,49 - 1,52 m3/detik dengan koefisien limpasan 0,928 – 0,967 serta genangan akibat luapan pada 21 saluran drainase di lima subcatchment. Sementara itu, pada skenario kombinasi dua LID debit puncak limpasan menurun menjadi 0,08 - 0,32 m3/detik dengan koefisien limpasan 0,273 – 0,452 serta genangan akibat luapan pada tiga saluran drainase di Subcatchment 5. Perbedaan kinerja antara skenario saluran resapan dan skenario kombinasi dua LID relatif tidak signifikan yang mengindikasikan bahwa pada karakteristik kawasan dengan lahan terbatas dan tanah lempung dengan permeabilitas rendah, penerapan saluran resapan telah memberikan kontribusi dominan terhadap pengurangan limpasan. Ruas saluran pada Subcatchment 5 memerlukan penyesuaian atau pembesaran dimensi untuk menghilangkan genangan secara menyeluruh.