This study aims to find out and describe in detail how the implementation of state property management policies at the Jember State Polytechnic. The research method used is descriptive qualitative research method. Data collection techniques are carried out by means of interviews, observations and documentation related to the management of state property. This research was conducted with a theoretical approach to the policy implementation model of Donald Van Meter and Carl Van Horn which has six indicators. The results showed that the management of state property carried out at the Jember State Polytechnic was in accordance with Government Regulation Number 28 of 2020 concerning Management of State/Regional Property and was also in accordance with the theory developed by Van Meter and Van Horn. There are six variables proposed by van meter and van horn, one of which is the resource variable which is a problem at the Jember State Polytechnic. These problems arise due to the low educational competence of the managers of state property owned by the Jember State Polytechnic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara rinci bagaimana implementasi kebijakan pengelolaan barang milik negara di Politeknik Negeri Jember. Metode penelitian yang digunakanadalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi terkait dengan pengelolaan barang milik negara. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan teori model implementasi kebijakan Donald Van Meter Dan Carl Van Horn yang memiliki 6 indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan barang milik negara yang dilakukan di Politeknik Negeri Jember telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah dan juga telah sesuai dengan teori yang dikembangkan oleh Van Meter dan Van Horn. Terdapat enam variabel yang dikemukakan oleh van meter dan van horn, salah satu variabel yaitu variabel sumber daya yang menjadi masalah di Politeknik Negeri Jember. Permasalahan tersebut timbul dikarenakan oleh rendahnya kompetensi pendidikan yang dimiliki oleh para pengelola barang milik negara yang dimiliki Politeknik Negeri Jember.