Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Load balancing clustering on moodle LMS to overcome performance issue of e-learning system Mujiono Sadikin; Raka Yusuf; Arif Rifai D.
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 17, No 1: February 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/telkomnika.v17i1.10284

Abstract

In dealing with the rapid growth of digitalization, the e-learning system has become a mandatory component of any Higher Education (HE) to serve academic processes requests. Along with the increasing number of users, the need for service availability and capabilities of eLearning are increasing day by day. The organization should always look for strategies to keep the eLearning always able to meet these demands. This report presents the implementation of Load Balancing Clustering (LBC) mechanism applied to Moodle LMS in an HE Institution to deal with the poor performance issues. By utilizing existing tools such as HAProxy and keepalived, the implemented LBC configuration delivers a qualified e-learning system performance. Both qualitative and quantitative parameters convince better performance than before. In four months of the operation there is no user complaint received. Meanwhile, in the current semester has been running for two months, the up-time is 99.8 % of 52.685 minutes operational time.
ANALISIS IMPLEMENTASI COS UNTUK MENGATASI MASALAH DELAY, JITTER, PACKETLOSS MENGGUNAKAN CBWFQ PCQ Muhamad Hikam; Raka Yusuf
Network Engineering Research Operation Vol 6, No 2 (2021): NERO
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nero.v6i2.231

Abstract

Menganalisis penyebab dari delay time, jitter ping dan packet loss yang tinggi dalam sebuah network layer 2 switching yang dapat mempengaruhi performansi layanan yang diberikan, kemudian mengimplementasikan Class Of Service (COS) yang tepat sehingga dapat memberikan layanan yang lebih optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatasi delay time, jitter ping dan packet loss yang terjadi sehingga penggunaan bandwidth lebih maksimal dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan membandingkan dua algoritma queueing yaitu CBWFQ (Class Based Weighted Fair Queueing) yang diterapkan pada sisi backhaul layer 2 switching dan PCQ (Per Connection Queue) yang diterapkan pada sisi end to end. Kesimpulan yang dapat diambil dari penilitian ini adalah pada umumnya dalam koneksi layer 2 switching semua packet data baik itu yang dikirim maupun packet data yang diterima tidak ada priority didalamnya, sehingga setiap packet data yang dikirimkan pertama kali maupun dikirim secara bersamaan tidak akan ada pengaturan bandwidth priority di dalamnya yang dapat menyebabkan congestion traffic. Fungsi (Class Of Service) COS di dalam network layer 2 switching ini memberikan class priority sesuai dengan kebutuhan customer, layanan apa yang ingin diprioritaskan. Sehingga manajemen bandwidth dapat lebih teratur sesuai dengan kebutuhan customer.
APLIKASI ANTRIAN SMS MENGGUNAKAN MULTIPLE CHANNEL DAN MULTI PHASE SISTEM DI PT IVM (INTITEK VIRTULINDO MANDIRI) Raka Yusuf; Harni Kusniyati; Yuyus Mohayus
PETIR Vol 8 No 2 (2015): PETIR (Jurnal Pengkajian Dan Penerapan Teknik Informatika)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8496.862 KB)

Abstract

Content Provider adalah perusahaan yang bergerak dalam bisnis telekomunikasi dengan jasapelayanan SMS premium. Perkembangan dunia telekomunikasi dan teknologi membuat contentprovider saling bersaing untuk membuat layanan atau konten yang menarik. Dengan banyaknyapelanggan yang menggunakan konten tersebut maka pemintaan terhadap layanan SMSmeningkat.PT IVM adalah salah satu perusahaan content provider. Aplikasi SMS Gateway masihberjalan secara sinkron. Hal ini menyebabkan permintaan pelanggan tidak dapat dilayani denganbaik. Oleh karena itu dibutuhkan suatu aplikasi antrian yang dapat menampung data SMS,sebelum data diproses dan dikirim ke operator.Aplikasi antrian yang dibuat menggunakan banyak chanel (Multiple Channel) dan banyakphase (Multi Phase). Aplikasi dibagi berdasarkan operator dan terdiri dari 3 phase, antrian proses,antrian kirim dan antrian basis data. Antrian proses adalah antrian yang menampung data yangmasuk dari operator. Antrian kirim adalah antrian yang menampung data yang sudah diprosesdan siap dikirim ke operator. Dan antrian basis data adalah antrian yang menampung data untukdimasukkan kedalam basis data sebagai log transaksi.
IMPLEMENTASI ALGORITMA SIDIK JARI AUDIO UNTUK MENDETEKSI DUPLIKAT LAGU Raka Yusuf; Harni Kusniyati; Erick Estrada
PETIR Vol 8 No 1 (2015): PETIR (Jurnal Pengkajian Dan Penerapan Teknik Informatika)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7569.519 KB)

Abstract

Pada sebuah media penyimpanan lagu, seringkali ditemukan duplikasi lagu yangmengakibatkan penggunaan ruang media penyimpanan lagu menjadi tidak optimal. Duplikasilagu umumnya diakibatkan oleh cara pengguna dalam menyimpan lagu pada mediapenyimpanan. Umumnya, pengguna tidak memperhatikan apakah dalam media penyimpananlagu sudah terdapat lagu yang sama atau tidak. Selain itu, perbedaan lokasi penyimpanan lagumerupakan salah satu faktor yang menyebabkan kesulitan untuk mengetahui apakah dalammedia penyimpanan lagu terdapat duplikasi lagu.Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan ruang media penyimpanan lagu, maka dirancangsuatu aplikasi yang menggunakan algoritma sidik jari audio untuk mengidentifikasi duplikasi lagupada media penyimpanan lagu. Penelitian ini menggunakan metode rekayasa perangkat lunakmodel waterfall, untuk menghasilkan suatu aplikasi yang dapat mengatasi masalah duplikasiberkas lagu pada media penyimpanan.
Implementasi Jaringan VPN untuk Mengurangi Biaya Komunikasi Menggunakan Metode EoIP Over PPTP: Studi Kasus House Printing Rizka Fauziah Ramdhani; Raka Yusuf
JEPIN (Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika) Vol 7, No 3 (2021): Volume 7 No 3
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jp.v7i3.48171

Abstract

Perusahaan di bidang percetakan masih sangat dibutuhkan, meski dunia digital kini semakin berkembang pesat. Banyak korporasi masih membutuhkan media cetak sebagai penunjang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. House Printing adalah salah satu perusahaan di bidang percetakan yang masih berkembang, dengan perkembangan teknologi saat ini kebutuhan akses data tidak cukup dibebankan dengan akses lokal saja, sehingga dibutuhkannya struktur jaringan yang mampu mengakses data lebih cepat meski dengan jarak jauh sekalipun. Selain itu, koneksi jaringan yang dibutuhkanpun tidak ingin terpaku oleh salah satu provider saja. Sebagai perusahaan industri kreatif yang sedang berkembang dengan mengikuti perkembangan teknologi yang ada, House Printing memiliki tanggung jawab penuh untuk memberi layanan terbaiknya kepada para pelanggannya. Tidak hanya sekedar meliputi produk atau jasa yang ditawarkan, akan tetapi berkaitan dengan akses data dari kantor cabang ke kantor pusat atau sebaliknya. Terlebih dengan kondisi pandemic yang tak kunjung usai, yang mengharuskan karyawan bekerja dari rumah. Dengan file grafis yang memiliki ukuran kapasitas yang cukup besar, sangat menghambat kinerja perusahaan jika hanya transfer data melalui email saja. Selain itu menjadikan pelayanan perusahaan tidak efektif dan kurang memuaskan bagi pelanggan apabila terdapat gangguan jaringan dll, karena tidak dapat akses ke kantor pusat. Dengan menyesuaikan kondisi perusahaan dan kebutuhan dukungan jaringan pada perusahaan, salah satu opsi penyelesaian masalah untuk transfer data agar lebih mudah adalah dengan menggunakan metode VPN atau dengan menggunakan metode Cloud Storage. VPN atau yang disebut juga Virtual Private Network merupakan salah satu alternatif pengaman data yang bersifat privat yang memungkinkan penggunaannya untuk perusahaan berkembang dengan efisiensi biaya untuk perusahaan.
Perbandingan Algoritma DBSCAN dan K-MEANS dalam Segmentasi Pelanggan Pengguna Transportasi Publik Transjakarta Menggunakan Metode RFM: Comparison of the DBSCAN and K-MEANS Algorithms in Segmenting Customers Using Public Transportation of Transjakarta Using the RFM Method Saputra, Aditiya; Yusuf, Raka
MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Vol. 4 No. 4 (2024): MALCOM October 2024
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/malcom.v4i4.1516

Abstract

Transportasi umum sangat penting dalam kehidupan individu di suatu daerah. Transjakarta, diperkenalkan pada tahun 2004, adalah sistem Bus Rapid Transit (BRT) terpanjang di dunia dengan 251,2 kilometer jalur, 14 jalur, dan 287 halte di seluruh Jakarta. Sistem ini melayani masyarakat dengan 1.347 unit transportasi. Seiring peningkatan jumlah pengguna, masalah seperti kerumunan di halte dan antrian panjang muncul, sehingga diperlukan segmentasi pelanggan yang cermat.Penelitian ini menggunakan metode Recency, Frequency, Monetary (RFM) untuk analisis segmentasi pelanggan Transjakarta dengan algoritma DBSCAN dan K-Means. Hasil menunjukkan DBSCAN membutuhkan waktu pemrosesan lebih lama untuk klaster tertentu, sedangkan K-Means lebih cepat di klaster tertentu. K-Means unggul dengan Silhouette Score 0.714917 dan Davies-Bouldin Index 0.365776, dibandingkan DBSCAN dengan Silhouette Score 0.699971 dan Davies-Bouldin Index 0.390784. K-Means lebih efektif dalam membedakan pelanggan berdasarkan frekuensi dan nilai moneter, sementara DBSCAN dapat mengidentifikasi outlier dengan interaksi dan nilai moneter tinggi. Secara keseluruhan, K-Means menunjukkan performa yang lebih baik dalam segmentasi pelanggan Transjakarta. Berdasarkan hasil ini, K-Means lebih cocok digunakan untuk segmentasi pelanggan Transjakarta, yang dapat membantu pihak berwenang merancang strategi layanan yang lebih efisien dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Implementasi Metode QINQ Pada Jaringan Metro Ethernet Untuk Memaksimalkan Penggunaan VLAN Menggunakan Teknologi GPON Studi Kasus : PT. Telkom Indonesia Prayoga Pangestu; Yusuf, Raka
Technomedia Journal Vol 6 No 1 Agustus (2021): TMJ (Technomedia Journal)
Publisher : Pandawan Incorporation, Alphabet Incubator Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.431 KB) | DOI: 10.33050/tmj.v6i1.1551

Abstract

VLAN is part of network system that serves as the divider, The use of vlan very helpful in mapping the router or switch on the device. The use of vlan become a sure thing in building architecture of effective and flexible. Not except one of a company service providers like PT. Telkom Indonesia. The use of vlan according to the standard of limited to specification 802.1q with the limited to 1 – 4096 VLAN ID can be used. This will make a problem when found vlan id who have been used for a network will not get used again to another network. The problem also can be found on PT Telkom Indonesia who uses GPON (Gigabit Passive Optical Network) to meet the needs of their customers. Based on the problems encountered , researchers want to use of vlan qinq on technology GPON (Gigabit Passive Optical Network) To solve the problem limited vlan id that might be encountered when meet the needs of from customers PT. Telkom Indonesia .
Comparison of Port Scanning, Vulnerability Scanning, and Penetration Testing Combinations for Network Vulnerability Detection in GNS3 Testbed Rusdianto, Rusdianto; Yusuf, Raka
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 6 No. 5 (2025): JUTIF Volume 6, Number 5, Oktober 2025
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jutif.2025.6.5.4917

Abstract

Network security faces significant challenges due to the increasing number and complexity of system vulnerabilities. This study aims to develop and evaluate a full combination method (ABC) integrating port scanning (Nmap), vulnerability scanning (OpenVAS), and penetration testing (Metasploit), and compare it with partial combinations (AB, BC, AC) for more effective vulnerability detection. Using a quantitative experimental approach within a controlled GNS3 TestBed, three key indicators were analyzed: number of vulnerabilities detected, detection time, and exploit validity. Experimental results show that the ABC method detected 62 potential vulnerabilities, including 11 high and medium severity CVEs, matching the AB method but significantly outperforming AC, which detected none. In terms of detection time, the ABC method achieved a balanced performance at 91 minutes, which is 31.5% faster than AB (133 minutes), while maintaining full exploit validation. Notably, the ABC method successfully validated 100% of critical vulnerabilities using Metasploit, confirming the practical applicability and reliability of the integrated approach compared to dual combinations. Overall, the findings demonstrate that the full combination method (ABC) offers superior accuracy and comprehensiveness in detecting and validating network vulnerabilities. This research contributes to cybersecurity practices by proposing an integrated detection workflow that effectively balances speed and depth of analysis, setting a practical benchmark for vulnerability detection systems applicable to both simulated and real-world network environments.
PENDAMPINGAN PERHITUNGAN CAPACITY PLANNING UNTUK APLIKASI UJIAN ONLINE DI SMPN 206 JAKARTA BARAT Yusuf, Raka; Kusniyati, Harni; Rifqi, Muhammad
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 1 (2026): SWADIMAS EDISI JANUARI 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol4no1.1177

Abstract

The use of online exam applications in schools requires a well-prepared information technology infrastructure to ensure optimal learning evaluation. SMPN 206 West Jakarta has implemented an online exam application, but it still faces potential system performance constraints due to insufficient capacity planning. This Community Service activity aims to calculate the capacity planning of the online exam application to ensure the system can serve user needs simultaneously and stably. The methods used include user needs analysis, technical data collection, server and network capacity calculations, and mentoring the school. The results indicate that the capacity planning calculations provide a quantitative overview of the system’s minimum and ideal capacity requirements, including server resources, network bandwidth, and application performance. Implementing these calculations is expected to improve the reliability of the online exam application, minimize technical disruptions during exams, and support the implementation of effective and sustainable learning evaluation at SMPN 206 West Jakarta.Pemanfaatan aplikasi ujian online di lingkungan sekolah menuntut kesiapan infrastruktur teknologi informasi agar proses evaluasi pembelajaran dapat berjalan secara optimal. SMPN 206 Jakarta Barat telah menerapkan aplikasi ujian online, namun dalam pelaksanaannya masih berpotensi menghadapi kendala kinerja sistem akibat belum adanya perencanaan kapasitas yang terukur. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menghitung capacity planning aplikasi ujian online guna memastikan sistem mampu melayani kebutuhan pengguna secara serentak dan stabil. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan pengguna, pengumpulan data teknis, perhitungan kapasitas server dan jaringan, serta pendampingan kepada pihak sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa perhitungan capacity planning memberikan gambaran kuantitatif mengenai kebutuhan kapasitas minimum dan ideal sistem, meliputi sumber daya server, bandwidth jaringan, dan kinerja aplikasi. Penerapan hasil perhitungan ini diharapkan dapat meningkatkan keandalan aplikasi ujian online, meminimalkan gangguan teknis saat ujian berlangsung, serta mendukung pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan di SMPN 206 Jakarta Barat.