Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Utilization Of Ginger Rhizomes As Immune System Improvement During The Covid-19 Pandemic In Jati Village Niknik Handayani; Anisa Sofiani Fima; Fajar J Nugraha; Indah Wulansari; Ira Sapartira Hidayati; Liza Rizky Ayunani; Yusri Aulia
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE) Vol 2 No 04 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment (November)
Publisher : Fakultas Kewirausahaan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35899/ijce.v2i04.446

Abstract

Abstract : Coronavirus Disease 2019, known as COVID-19, is something new and shocks the world, especially in Indonesia. This corona virus must be wary, because it spreads very quickly. In addition, the efforts are needed to increase the body's immune system, considering that viruses can enter the human body when the immune system decreases. The body's immune system is important to maintain during the current covid-19 period. One of the natural resources with low prices and contain high antioxidant is ginger rhizome. The Ginger Rhizome really helps the people in increasing the immune system. This community service activity was carried out in Jati Village by making ginger ‘wedang’ powder which was named "Rempah Pribumi " (indigenous spices). The purpose of this activity is to increase immunity and also the economy of the Jati villagers. Through this activity, it is hoped that the community of Jati village can create new innovations using the ginger rhizome to increase in the immune system during COVID-19 pandemic. Abstrak : Coronavirus Disease 2019 atau lebih dikenal sebagai COVID-19, merupakan sesuatu yang baru dan mengejutkan dunia, terutama di Indonesia. Virus corona ini merupakan virus yang harus di waspadai, karena penyebarannya sangat cepat. Di samping itu perlu upaya peningkatan sistem imun tubuh mengingat virus dapat masuk ke dalam tubuh manusia pada saat imun mengalami penurunan. Sistem imun tubuh penting untuk di jaga dalam masa covid-19 seperti saat ini, salah satu sumber daya alam dengan harga yang murah dan memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi adalah rimpang jahe. Rimpang jahe ini sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan sistem imun. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Jati dengan pembuatan serbuk wedang jahe yang diberi nama “Rempah Peribumi”. Tujuan diadakan kegiatan ini untuk meningkatkan imunitas dan perekonomian masyarakat Desa Jati. Melalui kegiatan ini diharapan masyarakat di Desa Jati dapat menciptakan inovasi baru sebagai peningkatan sistem imun di masa pandemi covid-19 berbahan dasar jahe.
Peningkatan pengetahuan santri dalam mengatasi penyakit dan penerapan PHBS di lingkungan pesantren melalui penyuluhan kesehatan Niknik Handayani; Fizri Zahrah; Dinda Abdillah Maulani; Helsa Alia Nurani; Salma Nurul Qolbi; Rida Khaznasari; Nufaysa Aulia Az Zahra; Syahda Putri Salsabilla; Alfiah Rahmi Wibowo; Novriyanti Lubis
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.28933

Abstract

Abstrak Salah satu jenis penyakit yang banyak terjadi di lingkungan pesantren adalah terdapat para santri dan santriwati yang mengalami masalah kesehatan, khususnya kasus penyakit kulit. Penyuluhan tentang penyakit kulit dilakukan di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Al-Yumna yang dilakukan oleh tim PKM Farmasi Uniga, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri mengenai kesehatan kulit khususnya penyakit scabies. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan media brosur dan presentasi langsung.  Lingkungan pesantren yang mengharuskan santri tinggal bersama di asrama menjadi faktor risiko penyebaran penyakit kulit seperti scabies. Masalah kebersihan lingkungan, pakaian dan perlengkapan pribadi yang menjadi penyebab utamanya. Berdasarkan evaluasi kegiatan frekuensi membersihkan asrama cukup tinggi yaitu sebesar 84% yang dilakukan setiap hari, namun masih perlu edukasi tambahan mengenai pencegahan penyakit. Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pemahaman santri terhadap penyakit kulit, termasuk penyebab dan cara penularan scabies. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran santri akan pentingnya kebersihan pribadi dan lingkungan dalam mencegah penyebaran penyakit sehingga dapat menciptakan perilaku hidup sehat di pesantren. Kata kunci: kesehatan; penyuluhan; penyakit kulit; scabies; pesantren. Abstract One type of disease that often occurs in Islamic boarding school environments is that there are male and female students who experience health problems, especially cases of skin disease. The counseling on skin diseases was conducted at Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Al-Yumna by PKM team of pharmacy is aiming to enhance students knowledge of skin health, particularly scabies. The counseling utilized brochures and direct presentations as media. The pesantren environment, which requires students to live together in dormitories, poses a risk factor for the spread of skin diseases such as scabies. Issues related to environmental cleanliness, clothing, and personal belongings are the primary causes. Based on the activity evaluation, the frequency of dormitory cleaning was relatively high at 84%, conducted daily. However, additional education on disease prevention is still necessary. The counseling results showed an improvement in students' understanding of skin diseases, including the causes and transmission of scabies. This activity successfully raised students' awareness of the importance of personal and environmental hygiene in preventing disease transmission, thereby fostering healthy living behavior within the pesantren. Keywords: health; counseling; skin disease; scabies; pesantren.