Abdul Halim
Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gerakan Pemuda Cerdas Lawan Berita Hoax Ahmad Munir; Abdul Halim; Ahmad Fatikhul Udin
Jurnal Pengabdian Masyarakat : BAKTI KITA Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Bakti Kita
Publisher : LPPM Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.121 KB)

Abstract

Di Negara kita terkenal dengan Undang-Undang yang berlaku untuk semua masyarakat Indonesia, yang melakukan pelanggaran baik pemerintahan maupun masyarakat umum. Untuk dunia informasi teknologi dan elektronik dikenal dengan UU ITE. Undang-Undang ITE ini sendiri dibuat berdasarkan keputusan anggota dewan pada tahun 2008. Keputusan ini dibuat berdasarkan musyawarah mufakat untuk melakukan hukuman bagi para pelanggar terutama dibidang informasi teknologi elektronik. Untuk dunia maya atau lebih dikenal dengan cyber sudah kita kenal dengan kehidupan sehari-hari di kalangan masyarakat Indonesia. Contoh yang paling mudah adalah situs jejaring sosial yang saat ini ratingnya sangat bagus dalam dunia pertemanan yaitu facebook. Di dunia facebook sering terjadi pelanggaran yang disalahkan oleh pengguna facebook tersebut sehingga bisa mengakibatkan nyawa seseorang menghilang atau terancam. Untuk pengguna facebook sendiri dibuat UU ITE No. 11 Tahun 2008, ada tiga ancaman yang dibawa UU ITE yang berpotensi menimpa facebook di Indonesia yaitu ancaman pelanggaran kesusilaan [Pasal 27 ayat (1)], penghinaan/pencemaran nama baik [Pasal 27 ayat (3)] dan penyebaran kebencian berdasarkan suku,agama dan ras (SARA) diatur oleh [Pasal 28 ayat (2)]. Dari undang-undang ITE bisa dilihat bahwa dunia maya itu tidak sebaik yang kita kira, ketika kita memakai jejaring sosial dengan semena-mena, maka tidak menutup kemungkinan kita bisa dijerat oleh UU ITE dengan pasal-pasal yang ada. Tidak hanya untuk dunia maya seperti jejaring sosial yang bisa menjerat kita dalam UU ITE, untuk kasus lainnya seperti menyebar video-video porno melalui alat komunikasi serta pencemaran nama baik melalu media televisi, radio, dan menulisnya dalam sebuah blog yang mayoritas bisa diakses oleh para pengguna dunia maya, semua itu mempunyai UU ITE. (Undang-undang ITE, 2010).
Internalization of Islamic Boarding School Life Values in Forming Multicultural Attitudes of Santri Abdul Halim
EDU-RELIGIA : Jurnal Keagamaan dan Pembelajarannya Vol 6 No 1 (2023): Edu-Religia : Jurnal Keagamaan dan Pembelajarannya
Publisher : Program Pascasarjana Pendidikan Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/edu-religia.v6i1.5058

Abstract

Islamic boarding school life, with its culture and learning system, is an educational institution that is unique and different from other institutions. In the context of character education, Islamic boarding schools have an essential role in shaping the attitudes and behaviour of students. The reality of the pluralistic Indonesian nation requires students who can behave multiculturally in society. Meanwhile, Islamic boarding schools, with their deep-rooted values and learning systems, can contribute to forming students' multicultural attitudes. In this study, we discuss Islamic boarding schools' values that play a role in developing the students' multicultural attitudes. These values are the values of honesty, democracy, tolerance, equality, love of the country and respect for cultural diversity. These values form the multicultural attitudes of students by integrating these values into the learning and life of Islamic boarding schools. In the end, values integrated into students' social and education spheres can form a multicultural attitude of students by being tolerant, open, and appreciative of differences and can become role models for students with a multicultural attitude