Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Didaktika Aulia

ETIKA PROFETIK :UPAYA MENTRANSENDENSIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Moch Shofan
DIDAKTIKA AULIA Vol. 1 No. 1 (2021): JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : STAI AL-AULIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.275 KB)

Abstract

Sejarah pertumbuhan gerakan pembaruan Islam di Indonesia sudah berjalan hampir satu abad. Selama rentang waktu itu banyak terjadi perubahan, baik yang bersifat sosial, politik, ekonomi maupun perubahan sikap dan pandangan hidup umat Islam yang disebabkan oleh adanya perubahan-perubahan masa dan situasi politik yang penuh gejolak dan pergolakan. Pola, sasaran dan unsur-unsur gerakan pembaruan tersebut sangat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan ini. Perubahan ini sebenarnya bagian dari proses revolusioner apa yang secara metaforis disebut sebagai—meminjam istilah Alvin Toffler—"gelombang" perubahan dalam menciptakan peradaban baru. Oleh karena itu mau tidak mau peran-peran keagamaan perlu ditinjau ulang dan direvitalisasi. Masalahnya di sini adalah agama yang pada awalnya diyakini sebagai wahyu Tuhan yang transhistoris, dipandang ramah dan sejuk, ketika berkembang dan menyebar, yang mengemuka adalah agama sebagai kekuatan kolektif-komunal dan institusional yang sarat dengan agenda ideologis yang selalu terlibat dalam situasi persaingan. Kita mesti mengembalikan fungsi agama dengan cara melakukan—meminjam istilah Kuntowijoyo—obyektifikasi, agar ia benar-benar bermanfaat untuk seluruh umat manusia, tak hanya memenuhi keinginan eksklusif sebagian kaum beragama tertentu untuk menegaskan identitasnya. Tulisan ini membincang tentang peran agama serta agenda penting ke depan karena agama diakui memiliki peran transformatif bagi proses sosial, kultural, ekonomi, dan politik di masa depan, sehingga tampil sebagai nilai-nilai yang dapat diterima semua orang lepas dari latar belakangnya.
PEMIKIRAN IBNU KATSIR TENTANG PENDIDIKAN AKHLAK Moh. Shofan
DIDAKTIKA AULIA Vol. 1 No. 2 (2021): JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : STAI AL-AULIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.087 KB)

Abstract

Pendidikan Islam tidak hanya bertujuan mencetak muslim yang ahli ibadah saja melainkan juga seorang yang shaleh untuk dirinya dan bermanfaat untuk orang lain. Melahirkan manusia yang peduli, atentif, memiliki perhatian, produktif dan solutif. Dalam penyajian materi pendidikan, Al-Quran membuktikan kebenaran materi tersebut melalui pembuktian-pembuktian, baik dengan argumentasi-argumentasi yang dikemukakannya maupun yang dapat dibuktikan sendiri oleh manusia (peserta didik) melalui penalaran. Dalam pandangan Ibn Katsir, seorang guru dalam mendidik tidak boleh berorientasi pada hal-hal yang bersifat ekonomi, karena mendidik itu tidak dapat disejajarkan dengan kegiatan-kegiatan tersebut, oleh karena itu seorang guru dalam kegiatan pembelajarannya harus mendedikasikan untuk tujuan lillahi ta’ala. Tulisan ini, hendak membahas Pemikiran Ibnu Katsir tentang Pendidikan akhlak. Ibnu Katsir dipilih penulis dalam kajian pemikiran terhadap sebuah konsepsi pendidikan akhlak dengan mempertimbangkan kualitas penokohan. Di satu sisi, secara kualitas penokohan, ia adalah ilmuan yang menghabiskan masa hidupnya dan mengabdikan dirinya untuk kepentingan agama yang disalurkan dengan bentuk keilmuan dan dibuktikan dengan banyaknya buku yang ia karang. Di sisi lain, secara sosial-politik, pergesekan pemahaman masyarakat di masanya turut mempengaruhi pemikirannya dalam menulis buku sejarah maupun tafsir. Secara ideologis, masyarakatnya terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok ekstrimis dan kelompok rasionalis.